Penipuan siber telah menyebabkan kerugian finansial yang signifikan, demikian disampaikan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria. Selama periode November 2024 hingga Januari 2025, sekitar 64% spam terjadi melalui perangkat seluler, dengan lebih dari separuhnya menggunakan modus malware dan penipuan lewat SMS. Total kerugian finansial akibat kejahatan siber ini mencapai Rp 476 miliar dalam waktu yang relatif singkat.
Menyadari urgensi dampak dari penipuan digital, Komdigi mencatat sebanyak 1,5 juta laporan penipuan digital sampai pertengahan tahun ini. Hal ini tidak hanya sekadar statistik, tetapi juga merupakan sebuah peringatan akan pentingnya mengambil tindakan cepat dalam mengatasi masalah ini. Nezar juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan ruang digital yang aman dan bersih bagi masyarakat.
Bekerjasama dengan industri, seperti Indosat Ooredoo Hutchison, Komdigi telah mengambil langkah konkrit dalam melawan penipuan digital. Diluncurkannya fitur anti-spam canggih bernama Vision AI yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi solusi dalam mendeteksi ancaman secara real-time tanpa campur tangan manusia, memberikan peringatan dini terhadap potensi risiko.
Vikram Sinha, CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menjelaskan bahwa Vision AI adalah produk dalam negeri yang menggunakan teknologi canggih dari GPU Nvidia Blackwell di AI Factory milik Indosat. Produk ini dibangun sepenuhnya di Indonesia dan dilatih oleh talenta lokal. Langkah-langkah konkret seperti ini diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi masyarakat dari serbuan penipuan digital yang semakin marak di era digital ini.












