Berita  

5 Gaya & Modus Terbaru Penipuan OTP Amanahkan Yang Harus Kamu Ketahui

Penggunaan One Time Password (OTP) sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan sebagai pintu masuk untuk melakukan tindakan malware terbaru. Melalui metode ini, mereka dapat dengan mudah mengakses rekening bank pengguna dan mengurasnya. Sebuah laporan dari peneliti ZLabs dari perusahaan keamanan Zimperium mengungkapkan adanya kampanye pencurian SMS dalam skala besar. Terdapat lebih dari 107 ribu sampel malware yang terhubung dengan kejahatan ini, dimana para pelaku mencoba untuk mengakses perangkat pengguna Android dan mencuri informasi sensitif korban mereka.

Para pelaku sering menggunakan berbagai modus operandi, mulai dari pembuatan serta penyebaran aplikasi palsu hingga melalui bot Telegram. Mereka menyebar iklan aplikasi palsu dan menipu korban untuk mengklik link yang disediakan. Setelah korban tertipu, malware akan bekerja untuk mendapatkan izin pengguna ponsel dalam membaca pesan SMS mereka. Sebelumnya, di Telegram, peneliti menemukan sebanyak 2.600 bot yang terlibat dalam kejahatan ini, dengan menggunakan berbagai cara untuk menipu pengguna agar mengunduh aplikasi Android bajakan secara gratis.

Setelah berhasil mendapatkan akses, para pelaku kemudian menggunakan data pribadi dari korban untuk keuntungan finansial, termasuk menggunakan OTP yang biasanya digunakan oleh bank dan lembaga keuangan lain sebagai alat verifikasi untuk mengakses platform. Kejahatan ini menimbulkan korban di 113 negara, terbanyak berasal dari India dan Rusia, serta jumlah korban yang signifikan dari Brasil, Meksiko, Amerika Serikat (AS), Ukraina, dan Spanyol. Untuk menghindari jebakan semacam ini, pengguna diimbau untuk waspada terhadap link yang mereka terima, serta memanfaatkan fitur Google Play Protect untuk melindungi perangkat mereka dari infeksi malware.

Dengan berkembangnya teknologi, pengguna perlu meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap potensi serangan malware dan kejahatan cyber. Pemanfaatan OTP yang seharusnya menjadi lapisan keamanan tambahan juga harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak jatuh ke tangan para pelaku kejahatan yang tak bertanggung jawab. Acara ini juga menjadi peringatan bagi individu dan lembaga keuangan untuk terus memantau serta meningkatkan sistem keamanan mereka guna melindungi data dan aset finansial dari ancaman cyber yang semakin canggih.

Source link