Tips Hindari Kerusakan Pendengaran: Sound Horeg & Bahaya Kesehatan

Sound system dengan suara keras semakin populer di kalangan masyarakat, terutama dalam acara-acara musik dan rekreasi. Meskipun memberikan hiburan yang menyenangkan, penggunaan speaker dengan volume tinggi ini dapat membahayakan kesehatan pendengaran dan tubuh secara keseluruhan. Organisasi Kesehatan Dunia menetapkan batas aman untuk intensitas suara agar tidak merusak pendengaran, namun beberapa kegiatan seperti “sound horeg” di jalanan sering melebihi batas tersebut, berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang.

Paparan suara keras di atas 85 dB dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen. Bahkan suara hingga 120 dB di dekat speaker besar bisa langsung merusak telinga dan menyebabkan trauma akustik. Dampak dari paparan suara ini tidak hanya terbatas pada gangguan pendengaran, tetapi juga dapat mempengaruhi jantung, otak, dan kesehatan mental.

Gangguan pendengaran akibat suara keras disebut NIHL, di mana sel-sel rambut di dalam telinga rusak, menyebabkan telinga berdenging, sulit mendengar, dan bahkan ketulian total. Selain itu, paparan suara bising juga dapat memicu stres, gangguan tidur, kecemasan, dan bahkan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terhadap dampak suara keras, yang dapat mengganggu perkembangan otak dan kemampuan belajar.

Untuk melindungi diri dari bahaya suara keras, disarankan untuk menjaga jarak dari speaker, menggunakan pelindung telinga, dan membatasi durasi paparan suara. Hindari mendengarkan musik dengan volume tinggi melalui earphone dan pastikan untuk memeriksakan diri ke dokter THT jika mengalami gejala gangguan pendengaran. Upaya preventif ini penting untuk mencegah dampak jangka panjang yang merugikan.

Source link