Berita  

Maling Rampok Emas Rp 11 M, Modus Tak Terduga!

Pada era teknologi canggih, permasalahan keamanan masih menjadi isu yang sering muncul. Belum lama ini, puluhan museum di Prancis dilaporkan menjadi korban serangan ransomware yang merusak sistem mereka. Bahkan, Museum Nasional Sejarah Alam Prancis juga mengalami serangan siber pada Juli 2025 yang membuat pembatalan sebuah pameran. Dalam kejadian tersebut, maling berhasil mencuri bongkahan emas senilai US$705.000 atau sekitar Rp11,7 miliar yang dipamerkan dalam etalase museum.

Para pelaku diketahui menggunakan alat penggiling sudut untuk memotong pintu pengaman dan obor las untuk membuka kotak yang berisi emas. Menurut sumber kepolisian, para pencuri tampaknya mengetahui bahwa sistem pengawasan dan alarm di museum telah dinonaktifkan sebelumnya. Wakil Direktur Jenderal Museum Nasional Sejarah Alam Prancis, Emmanuel Skoulios, menyatakan bahwa bongkahan emas yang dicuri beratnya mencapai 6 kilogram dan kemungkinan telah dilebur.

Pencurian barang berharga bukanlah hal yang baru terjadi di Prancis. Perusahaan-perusahaan ternama seperti Kering dan Tiffany juga mengalami masalah keamanan yang menyebabkan data pelanggan terbatas mereka diretas. Dengan kejadian-kejadian ini, penting bagi institusi dan perusahaan untuk meningkatkan sistem keamanan mereka demi melindungi aset dan informasi berharga dari ancaman siber yang semakin canggih.

Source link