Berita  

Data Transfer Bank Bocor: Dampak Gaji hingga Cicilan

Sebuah kebocoran data besar terjadi di India setelah ratusan ribu dokumen transfer bank ditemukan tersimpan di server cloud Amazon. Perusahaan keamanan siber UpGuard mengungkap bahwa 273.000 file PDF berisi detail transaksi perbankan nasabah India dapat diakses publik. Data ini berasal dari formulir transaksi yang diproses melalui National Automated Clearing House (NACH), sistem perbankan terpusat untuk transaksi besar seperti pembayaran gaji, cicilan pinjaman, dan tagihan utilitas.

Dalam dokumen yang bocor, sebagian besar menyebut nama Aye Finance, lembaga keuangan India yang baru-baru ini mengajukan IPO senilai US$171 juta, serta State Bank of India, bank milik negara. Meskipun UpGuard telah memberi tahu Aye Finance dan National Payments Corporation of India (NPCI) tentang temuan ini, data tetap terekspos meskipun ribuan file baru terus ditambahkan setiap hari. UpGuard akhirnya berhasil mengamankan data baru setelah melaporkan ke Computer Emergency Response Team India (CERT-In).

Meskipun NPCI membantah bahwa data bocor berasal dari sistem mereka, pihak terkait seperti Aye Finance dan State Bank of India belum memberikan tanggapan atau mengakui tanggung jawab atas insiden ini. Situasi ini menunjukkan kerentanan dalam keamanan data perbankan di India dan menyoroti pentingnya perlindungan data pribadi nasabah untuk mencegah akses yang tidak sah.

Source link