Berita  

Tanda Kiamat Sopir Truk di Amerika Semakin Nyata

Industri kendaraan otonom tanpa pengemudi atau autonomous vehicle (AV) masih berada dalam tahap pengembangan yang jauh dari kematangan. Raksasa teknologi dan produsen mobil terus memperlihatkan inovasi terbaru mereka dalam bidang ini. Banyak perusahaan mulai meluncurkan layanan taksi otonom atau robotaxi di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, China, dan Singapura. Hal ini menjadi ancaman bagi profesi pengemudi online dengan popularitas layanan ride-hailing yang semakin meningkat.

Tak hanya itu, profesi pengemudi truk juga mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan, meski belum secara besar-besaran dalam waktu dekat. Beberapa perusahaan telah mengumumkan langkah-langkah penting dalam mengadaptasi teknologi ini. Misalnya, startup AV dan logistik bernama Gatik berencana untuk meluncurkan truk otonom untuk pengiriman jarak menengah. Mereka telah bermitra dengan peritel terbesar di Kanada, Loblaw, dan akan menyediakan 20 truk otonom pada akhir 2025. Gatik juga berencana untuk meluncurkan 30 truk tambahan pada akhir 2026 untuk mengantar paket ke lebih dari 300 toko ritel.

Di sisi lain, startup Kodiak Robotics dari Amerika Serikat sedang mengembangkan truk otonom untuk digunakan di berbagai sektor seperti jalan raya, industri, dan pertahanan. Perusahaan ini bahkan akan melantai di bursa Nasdaq dengan valuasi sekitar US$2,5 miliar melalui merger dengan perusahaan akuisisi tujuan khusus Ares Acquisition Corporation II. CEO Kodiak AI menyatakan keyakinannya bahwa kendaraan otonom adalah masa depan transportasi darat.

Masih belum jelas apakah teknologi robotaxi dan truk otonom akan segera merambah ke pasar Indonesia dan bagaimana dampaknya terhadap profesi yang ada saat ini. Namun, penting untuk disertai regulasi yang tepat guna melindungi pekerjaan yang ada dan mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja massal. Kita pun akan terus menyaksikan perkembangan teknologi ini untuk mengetahui bagaimana implementasinya di masa depan.

Source link