Berita  

Duit Spotify Digunakan untuk Drone Gaza: Kontroversi Terkini

Pendiri Spotify, Daniel Ek, mengumumkan secara resmi pengunduran dirinya dari posisi kepemimpinan perusahaan streaming musik dan podcast tersebut. Ek sekarang akan fokus pada dua perusahaan yang baru ia rintis, yakni di bidang kesehatan dan persenjataan. Spotify didirikan oleh Ek pada tahun 2006 saat industri musik global mengalami kemunduran akibat berbagai faktor, termasuk pembajakan konten dan perubahan dalam distribusi musik oleh Apple. Dari sebuah startup kecil, Spotify kini telah menjadi raksasa musik dengan valuasi mencapai US$ 140 miliar.

Dalam wawancara dengan Reuters, Ek menyatakan keinginannya untuk menggunakan teknologi dalam mengatasi tantangan besar yang ada. Dengan komitmen untuk menginvestasikan dana sebesar US$ 1,18 miliar melalui perusahaannya, Prima Materia, Ek berencana mendukung startup Eropa yang bergerak di bidang teknologi tinggi, kecerdasan buatan (AI), iklim, dan kesehatan. Selain sebagai pendiri Neko Health, yang fokus pada teknologi kesehatan preventif dan deteksi dini, Ek juga merupakan pemilik perusahaan kontroversial, Helsing, yang memproduksi drone tempur yang dikendalikan oleh AI.

Kelompok musik seperti Massive Attack dan Hotline TNT telah menarik lagu-lagu mereka dari Spotify setelah mengetahui tentang keterlibatan Ek dengan Helsing. Hal ini terjadi sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan No Music for Genocide yang mengecam tindakan Israel terhadap Palestina di Gaza. Meskipun juru bicara Spotify menolak berkomentar tentang investasi Ek di Helsing, pernyataan dari Helsing menyebutkan bahwa teknologi yang mereka miliki hanya digunakan di Eropa demi pertahanan melawan agresi Rusia di Ukraina.

Source link