Toyota telah diketahui merancang mesin V-8 yang awalnya ditujukan untuk supercar, namun tampaknya mesin berkapasitas besar ini memiliki potensi untuk aplikasi lebih luas di luar supercar. Sebuah wawancara dengan kepala powertrain perusahaan menunjukkan bahwa kemungkinan mesin ini dapat dipasang di bawah kap mesin Land Cruiser (LC300). Blok mesin V-8 ini bahkan memungkinkan untuk dijadikan mesin diesel dengan pengaturan hibrida penuh, menunjukkan modularitas tinggi yang dapat diterapkan dalam berbagai jenis kendaraan.
Insinyur Toyota sedang menguji mesin V-8 berkapasitas 4.0 liter twin-turbo, yang pada dasarnya merupakan penggabungan dua mesin 2.0 liter empat silinder. Versi produksi Lexus Sport Coupe dan Toyota GR GT yang akan datang juga diyakini akan menggunakan mesin ini. Alasan penggunaan mesin V-8 ini adalah untuk mencapai daya maksimum yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan desain ruang bakar dan RPM maksimum yang dibutuhkan.
Meskipun tenaga mesin ini belum dikonfirmasi, insinyur menargetkan lebih dari 400 hp untuk mesin 2.0 liter turbocharged dan dapat mencapai tenaga hingga 900 hp dengan bantuan listrik. Mesin V-8 diproyeksikan akan dipasang pada model hibrida non-plug-in, seperti Land Cruiser, Sequoia, Tundra, GX, dan LX, untuk mematuhi standar emisi yang semakin ketat. Toyota berharap dengan meluaskan penggunaan mesin V-8 ini, mereka dapat mencapai skala ekonomis yang lebih baik dan membuat investasi dalam pengembangan mesin ini menjadi lebih menguntungkan.












