Black Friday: Sejarah & Tradisi Pasca Thanksgiving

Black Friday, yang jatuh pada hari Jumat minggu keempat bulan November setiap tahunnya di Amerika Serikat (AS), menjadi salah satu hari belanja tersibuk di negara tersebut. Hari ini dikenal dengan aktivitas belanja yang ramai ketika orang-orang berburu diskon besar dan penawaran spesial di toko-toko dan pusat perbelanjaan. Selain menjadi momen belanja, Black Friday juga secara tidak resmi menandai dimulainya musim liburan Natal di AS.

Sejarah Black Friday sendiri memiliki asal-usul yang menarik. Istilah ini awalnya tidak berkaitan dengan belanja, tetapi berasal dari peristiwa kepanikan finansial pada tahun 1869. Kemudian istilah “Black Friday” mulai digunakan untuk menggambarkan fenomena masyarakat AS berbelanja sehari setelah perayaan Thanksgiving pada tahun 1950-an. Meskipun awalnya memiliki konotasi negatif, istilah ini akhirnya diterima oleh para pengecer dan menjadi sangat populer setiap tahunnya.

Black Friday telah menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia dan tidak hanya terbatas pada toko fisik, tetapi juga terjadi melalui e-commerce dengan diskon besar-besaran. Fenomena ini berkembang pesat dan menarik perhatian masyarakat global untuk berpartisipasi dalam sesi belanja besar-besaran ini. Hal ini membuat Black Friday menjadi salah satu momen yang paling dinantikan oleh konsumen di seluruh dunia, tidak hanya di AS.

Source link