Berita  

5 Tips Mengamankan Rekening dari Penipuan Online

Penipuan online dengan modus ‘SMS Blaster’ semakin meningkat, telah menjadi perhatian lembaga penegak hukum di Eropa, Asia, dan Amerika Selatan. Perangkat ini dapat mengirim ribuan SMS palsu dan menjebak banyak korban. Korban penipuan ini terus bertambah, dengan salah satu korban kehilangan 2.000 poundsterling (Rp44,5 juta) dalam hitungan menit. Meskipun perangkat ini dulunya mahal, sekarang bisa dibeli dengan harga sebanding dengan laptop di situs gelap (dark web) dan bisa dengan mudah dibawa ke mana-mana.

Para penipu tidak hanya menargetkan masyarakat umum, tetapi juga karyawan dan perusahaan. Mereka bisa meminta karyawan untuk memberikan password dan kredensial keamanan untuk membobol sistem perusahaan. Penipuan lewat SMS (smishing) telah mencuri uang senilai US$442 miliar (Rp7.374 triliun) sepanjang tahun lalu, menjadi yang kedua terbanyak setelah penipuan lewat email.

Meskipun aplikasi pesan singkat semakin populer, SMS masih penting untuk verifikasi seperti pengiriman password sekali (one-time password) atau otentikasi dua faktor. Perlindungan dari modus smishing perlu ditingkatkan, namun harus seimbang agar tidak menghambat komunikasi. Beberapa regulator di Asia Pasifik telah mulai memblokir link di dalam SMS untuk mengurangi potensi smishing.

Aturan baru yang diusulkan di Inggris mewajibkan jaringan seluler untuk lebih proaktif memblokir SMS berbau penipuan guna melindungi konsumen dan bisnis. Perlindungan juga datang dari evolusi jaringan seperti Rich Communication Services (RCS) yang memiliki enkripsi dan otentikasi lebih kuat. Di sisi lain, penghentian penggunaan jaringan 2G dan 3G sedang berlangsung, yang diharapkan dapat membatasi serangan dari sisi radio.

Kerja sama antara industri, pemerintah, dan penegak hukum diperlukan untuk memberantas pelaku SMS Blasting. Masyarakat perlu waspada terhadap SMS dari nomor tidak dikenal yang meminta informasi kredensial atau mengarahkan mereka untuk mengklik link tertentu. Semoga informasi ini dapat membantu menghindari penipuan online yang merugikan.

Source link