Kerugian akibat kericuhan di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, mencapai sekitar Rp1,2 miliar. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Budi Hermanto menyatakan bahwa estimasi kerugian tersebut meliputi kerusakan warung, sepeda motor, mobil, serta kaca rumah warga. Warung tenda milik warga, sepeda motor, mobil, serta bangunan warga menjadi sasaran perusakan dan pembakaran, dengan sembilan sepeda motor dan satu unit mobil terbakar. Kondisi seperti ini tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga dampak ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat.
Polda Metro Jaya masih menunggu laporan resmi dari para korban untuk menindaklanjuti kasus perusakan dan pembakaran tersebut. Hingga saat ini, tidak semua korban melaporkan kejadian tersebut karena kondisi psikologis mereka yang masih traumatik. Polda Metro Jaya berencana untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna membantu pemulihan warga terdampak, seperti melalui revitalisasi area usaha dan pemberian bantuan kepada pedagang dan warga yang mengalami kerugian.
Sementara itu, hingga saat ini, Polda Metro Jaya masih mempelajari status dua penagih utang (debt collector) yang menjadi korban pengeroyokan di kawasan Kalibata. Meskipun belum terkonfirmasi apakah keduanya memiliki sertifikasi sebagai “debt collector”, Kepolisian menyatakan empati terhadap insiden ini. Polda Metro Jaya juga berencana memperkuat koordinasi dengan lembaga dan perusahaan pembiayaan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Penyebab pengeroyokan dan perusakan tersebut diduga akibat utang sepeda motor yang belum diselesaikan. Kepemilikan kendaraan ini membuat penagih hutang atau mata elang (matel) mobilisasi anak buahnya untuk menagih. Namun, dua orang penagih hutang ini malah menjadi korban pengeroyokan yang fatal. Pengeroyokan ini juga diikuti dengan perusakan terhadap kios, warung, dan kendaraan bermotor. Polda Metro Jaya telah memeriksa enam saksi terkait kasus tersebut, dengan harapan proses investigasi dapat memberikan kejelasan atas kejadian tragis ini.










