Prediksi: Setengah Produk akan Gunakan Listrik Pada 2030

Industri otomotif selalu berusaha menemukan titik tertinggi dan terendah dari permintaan pelanggan. Sebagian besar produsen mobil secara agresif mengejar kendaraan listrik beberapa tahun yang lalu, tetapi biaya konsumen, kebutuhan peningkatan infrastruktur, dan iklim politik saat ini menentukan perlunya perubahan strategi. Ford saat ini mengurangi ambisi mobil listrik murni demi strategi bahan bakar campuran yang akan mencakup lebih banyak opsi hibrida dalam jajaran produknya. Saat ini, kendaraan hibrida dan listrik menyumbang 17 persen dari penjualan global Ford, dan target mereka adalah mencapai 50 persen pada tahun 2023 dengan dukungan Universal EV Platform dan penawaran kendaraan hibrida serta listrik jarak jauh yang lebih banyak.

Ford memiliki rencana untuk merilis serangkaian kendaraan listrik baru di masa depan, termasuk truk pickup listrik ukuran sedang dan F-150 Lightning EREV yang memiliki jarak tempuh yang sangat luas. Hal ini merupakan bagian dari revisi rencana Ford+ yang bertujuan mengurangi produk dengan tingkat pengembalian rendah untuk menginvestasikan lebih banyak pada produk yang menghasilkan pendapatan. Ford akan memfokuskan produksinya pada kendaraan yang dapat meningkatkan volume penjualan, dengan merilis lima kendaraan baru yang lebih terjangkau serta menyediakan opsi gas, hibrida, dan listrik jarak jauh pada jajaran produk yang ada.

Selain itu, Ford juga akan memasuki pasar solusi penyimpanan energi dengan menggunakan kembali kapasitas produksi baterai untuk menawarkan sistem penyimpanan bagi pusat data dan infrastruktur secara keseluruhan. Mereka juga akan menghadirkan solusi sistem penyimpanan untuk kebutuhan energi perumahan dengan harapan menjadi netral dalam karbon pada tahun 2050. Dengan langkah-langkah ini, Ford berusaha untuk menjadi lebih ramah lingkungan dan menawarkan jajaran produk yang menarik dan terjangkau bagi konsumen yang lebih luas.

Source link