Berita  

Perubahan Media Sosial di Amerika: Aturan Baru dan Dampaknya

Negara bagian New York, Amerika Serikat, telah mengeluarkan aturan baru yang menuntut platform media sosial untuk memberikan peringatan mengenai dampak negatif algoritma terhadap kesehatan mental pengguna. Gubernur New York, Kathy Hochul, mengumumkan kebijakan ini pekan ini. Regulasi ini mengharuskan aplikasi media sosial di New York untuk memberi notifikasi kepada pengguna tentang bagaimana algoritma mereka dapat mempengaruhi kondisi psikologis, terutama melalui fitur seperti infinite scrolling, autoplay, dan kurasi otomatis di linimasa pengguna.

Kebijakan ini berlaku untuk aplikasi populer seperti Instagram, Facebook, dan TikTok. Platform-platform tersebut diwajibkan untuk menjelaskan kepada pengguna di New York tentang potensi dampak buruk algoritma terhadap kesehatan mental. Misalnya, Facebook perlu memberi informasi tentang bagaimana prioritas konten kontroversial dapat memengaruhi interaksi pengguna, sementara TikTok dikritik karena format video pendeknya dinilai merusak rentang perhatian pengguna.

Mekanisme serupa juga diterapkan oleh Instagram, yang dimiliki oleh Meta, melalui kurasi konten dan diskusi terbuka yang berpotensi menjadi ujaran kebencian. Meskipun belum ada kepastian apakah platform lain seperti Twitter akan terkena dampak aturan ini, kemungkinan X juga akan termasuk dalam cakupan regulasi tersebut.

Keputusan New York untuk melindungi kesehatan mental pengguna media sosial merupakan respons terhadap kekhawatiran global mengenai dampak negatif media sosial terhadap kesehatan mental, terutama generasi muda. Berbeda dengan pendekatan Australia yang melarang anak-anak menggunakan media sosial secara total, New York lebih memilih memberikan edukasi langsung kepada pengguna mengenai cara kerja algoritma. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik mengenai pengaruh sistem otomatis dalam dunia digital.

Meskipun kebijakan ini baru berlaku di New York, aturan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara bagian lain di Amerika Serikat dan bahkan skala global. Ini sejalan dengan tuntutan terhadap perusahaan teknologi untuk bertanggung jawab terhadap dampak sosial produk-produk mereka.

Source link