Prototipe helm sepeda motor ala Transformers telah menjadi viral di media sosial, memunculkan pertanyaan tentang cara melepas helm dalam situasi darurat. Produsen helm yang dikenal dengan nama Roof, Djagger, memberikan instruksi melalui komentar di Instagram bahwa helm ini dapat terbuka dengan melepas sekrup di kedua sisi cangkang sampingnya. Namun, banyak orang meragukan keamanan sistem pelepasan ini karena memerlukan waktu yang berharga dan alat khusus untuk membukanya saat ada kecelakaan.
Helm ini mencuri perhatian ketika debutnya di EICMA, karena tidak hanya tidak memiliki tali pengikat dagu, tetapi juga memiliki pelat belakang bermotor yang melilit kepala pengendara. Konsep satu ukuran untuk semua dalam mekanisme helm ini dianggap tidak praktis dan mungkin tidak nyaman bagi para pengendara dengan kebutuhan yang berbeda-beda.
Produsen, Roof, menjelaskan bahwa sistem pelepasan helm ini dirancang untuk tetap menopang kepala dan leher pengendara setelah dibuka. Namun, kebanyakan pengguna meragukan keefektifan sistem ini, terutama karena EMS sering kali menggunakan pengait yang lebih sederhana dan mudah dilepas dalam situasi darurat.
Meskipun inovasi dan kemajuan penting dalam desain helm sepeda motor, sederhananya seringkali lebih baik dalam keadaan darurat. Pilihan yang rumit dan sulit digunakan dalam kasus seperti ini dapat menimbulkan masalah tambahan dan mempersulit penyelamatan. Sederhanalah yang membuat alat tersebut berhasil, dan tidak perlu mengubah hal-hal yang sudah berjalan dengan baik.












