Beberapa karyawan bank Wells Fargo dilaporkan dipecat karena melakukan perilaku pura-pura kerja dengan menggunakan alat simulasi aktivitas keyboard. Perusahaan menyebut bahwa tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi karena dianggap tidak etis. Alat yang digunakan disebut sebagai mouse jigglers, yang membuat mouse tetap bergerak dan komputer tetap aktif tanpa penggunaan yang sebenarnya. Alat serupa ini populer digunakan oleh pekerja jarak jauh selama pandemi Covid-19 untuk berpura-pura bekerja tanpa pengawasan langsung. Meskipun work from home (WFH) telah menjadi gaya kerja yang umum, banyak yang masih khawatir tentang tingkat keterlibatan karyawan. Laporan State the Global Workplace dari Gallup menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja di seluruh dunia tidak aktif terlibat dalam pekerjaan mereka. 15% di antaranya mencari pekerjaan baru karena ketidakpuasan terhadap manajemen atau pekerjaan mereka yang saat ini.
Pura-Pura Kerja dengan Keyboard Palsu: Kisah PHK di Bank
Read Also
Recommendation for You

Indonesia meraih peringkat kedua dalam daftar Global Fraud Index 2025, menunjukkan tingkat perlindungan penipuan yang…

WhatsApp telah meluncurkan fitur panggilan suara dan video di WhatsApp Web, memungkinkan pengguna untuk melakukan…

Empat perusahaan telekomunikasi Singapura telah menjadi target serangan peretasan cyber oleh sebuah kelompok spionase siber…

RobCo, perusahaan teknologi yang berbasis di Indonesia, telah berhasil meraih pendanaan sebesar USD 100 juta…

Uni Eropa semakin tegas dalam menegakkan regulasi terhadap raksasa teknologi AS yang dianggap merugikan masyarakat….







