Enam Es Jadul Yang Membangkitkan Kenangan Masa Kecil

Es jadul telah lama menjadi bagian dari kenangan manis bagi generasi yang tumbuh pada era 80-90an. Berbagai jenis es tradisional ini, mulai dari es gabus, es lilin, es potong, es goyang, es gosrok, hingga es dung-dung, memiliki kesederhanaan yang membuatnya begitu melekat di ingatan. Meskipun sulit ditemukan saat ini, es jadul tetap menjadi bagian dari kuliner tradisional yang tidak lekang oleh waktu.

Salah satu es jadul yang populer adalah es gabus, atau dikenal juga dengan nama es kue. Es ini memiliki tekstur yang empuk, berpori, berserat, sekaligus kenyal. Kemudian, ada juga es lilin yang digemari oleh anak-anak pada era tersebut. Es lilin hadir dalam beragam rasa mulai dari cokelat, kacang hijau, hingga buah-buahan.

Selain itu, terdapat pula es potong yang memiliki rasa gurih dan tekstur creamy karena menggunakan santan dalam pembuatannya. Es ini akan dipotong sesuai porsi yang dibeli oleh pembeli. Kemudian, es goyang, yang membuatnya unik karena cara pembuatannya dengan menggoyang-goyangkan gerobak yang di dalamnya terdapat cetakan es.

Es gosrok, atau dikenal juga dengan nama es serut, dibuat dari es batu yang diserut halus dan dicetak dalam aneka cetakan unik. Warna-warni dari sirup yang disiram di atas es menjadikan es gosrok diminati oleh anak-anak. Terakhir, es dung-dung, yang terkenal dengan suara ‘dung dung dung’ dari pedagangnya, dibuat dari santan, gula, sedikit garam, dan pewarna makanan. Es dung-dung juga dikenal dengan nama “es putar” dan disajikan dalam cone renyah atau di atas selembar roti tawar.

Meskipun tidak mudah ditemukan saat ini, es jadul tetap menjadi bagian dari kenangan manis generasi 80-90an dan dapat dinikmati sebagai upaya untuk menghidupkan kembali nostalgia masa kecil yang penuh cerita.

Source link