Libur Imlek dan Ramadhan Tahun 2026 merupakan momen strategis yang dipandang oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sebagai kesempatan untuk meningkatkan jumlah wisatawan baik lokal maupun mancanegara dengan durasi kunjungan yang lebih lama. Kementerian Pariwisata mendorong pelaku industri pariwisata untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan selama libur panjang Hari Raya Imlek 2026. Upaya tersebut dilakukan dalam rangka merangsang pergerakan wisatawan di dalam negeri melalui kampanye #DiIndonesiaAja dengan memperhatikan keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan destinasi.
Pergerakan libur cuti bersama Tahun Baru Imlek 2026 jatuh pada Senin 16 Februari, bertepatan dengan akhir pekan, yang diharapkan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata nasional. Pemetaan tanggal libur panjang sangat penting agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan secara lebih awal untuk menghindari kemacetan dan memberikan manfaat bagi pekerja serta keluarga. Pergerakan wisata yang merata diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan sektor UMKM.
Kementerian Pariwisata juga fokus pada pemasaran kampanye tematik Imlek dan Ramadhan dengan menekankan promosi perjalanan keluarga dan wisata minat khusus di destinasi yang menawarkan atraksi Imlek dan ramah muslim. Strategi promosi digital berbasis data digunakan untuk mengoptimalkan target pasar dan pola perjalanan sehingga pesan promosi dapat lebih tepat sasaran. Kolaborasi dengan pelaku industri, pemerintah daerah, dan platform perjalanan dilakukan untuk menyusun paket wisata, event tematik, serta promosi libur panjang Imlek yang terintegrasi dengan kalender kegiatan daerah.
Komunikasi publik terus diperkuat terkait kesiapan destinasi, kenyamanan berwisata, serta pilihan destinasi yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan menjelang Ramadhan. Melalui strategi pemasaran yang terarah, diharapkan libur panjang Imlek-Ramadhan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan jumlah wisatawan, memperpanjang masa kunjungan, dan memberikan dampak ekonomi yang merata bagi daerah.












