Berita  

Senjata Canggih AS Serang Iran: Target 1.000 Orang dalam 24 Jam

Militer Amerika Serikat sedang menyiapkan senjata canggih untuk menyerang Iran dengan menggunakan kecerdasan buatan (AI). Senjata ini dikembangkan oleh Maven Smart Systems, yang merupakan produk dari perusahaan data mining Palantir. Senjata ini didesain untuk menyerang sebanyak 1.000 target dalam waktu 24 jam. Dengan AI Claude milik Anthropic yang terintegrasi, senjata Maven dapat menghasilkan wawasan informasi dari berbagai data rahasia untuk membantu dalam operasi militer di Iran, termasuk memberikan penargetan dan prioritas target secara real-time.

Sejumlah sumber mengungkapkan bahwa Maven telah menyarankan ratusan target potensial untuk serangan di Iran dengan mengungkap lokasi dan memprioritaskan target berdasarkan tingkat kepentingannya. Kombinasi antara Maven dan Claude juga memberikan kemampuan untuk mengurangi kemampuan Iran dalam melakukan serangan balasan serta mengevaluasi serangan setelah diluncurkan. Meskipun sudah sering digunakan dalam operasi keamanan seperti menangkal rencana teror, penggunaan Claude dalam operasi militer ini menunjukkan eskalasi yang signifikan.

Meski digunakan untuk kepentingan pemerintah, teknologi ini belum sepenuhnya didukung di Amerika Serikat. Sebelumnya, Pentagon bahkan sempat melarang penggunaan teknologi ini karena perdebatan yang sengit mengenai penggunaannya dalam konteks perang. Meski begitu, militer AS tetap berencana untuk terus menggunakan teknologi ini, meskipun sedang mencari pengganti yang lebih memenuhi persyaratan. Trump sebelumnya mengumumkan larangan penggunaan teknologi Anthropic oleh lembaga pemerintah beberapa jam sebelum serangan diluncurkan ke Iran, memberikan waktu enam bulan untuk menghapus teknologi tersebut secara bertahap.

Dalam hal ini, ada dua sumber yang menyatakan bahwa militer AS akan tetap menggunakan teknologi ini sambil menunggu penggantinya. Dengan penggunaan teknologi AI dalam operasi militer semacam ini, hal ini menimbulkan pertanyaan etis dan keamanan terkait penggunaan kecerdasan buatan dalam konteks perang. Posisi Claude sebagai alat yang terus digunakan dalam operasi ini menunjukkan bahwa teknologi AI akan terus menjadi bagian integral dari strategi pertahanan dan operasi militer di masa depan.

Source link