Berita  

Makhluk yang Bertahan di Bumi saat Kiamat Tiba

Tanda kiamat semakin jelas terlihat dengan lima hewan yang diprediksi akan bertahan lama di saat bersamaan. Berdasarkan data Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), suhu Bumi terus mendekati rekor baru dengan kenaikan rata-rata suhu sebesar 1,45 derajat celcius global pada tahun 2023. Perubahan iklim ini terjadi setelah Revolusi Industri dan terus mengalami peningkatan, di mana pada tahun 2020 kenaikan suhu mencapai sekitar 1,2 derajat celcius.

Tanda-tanda kiamat lainnya seperti gempa Megathrust di Jepang telah diantisipasi oleh BMKG. Namun, di sisi lain, ada hewan-hewan yang diprediksi dapat bertahan lama dalam situasi ini. Beruang air, misalnya, diprediksi bisa bertahan hingga 6 miliar tahun ke depan dengan kemampuannya hidup di lingkungan ekstrem termasuk di dalam lubang vulkanik di dasar lautan.

Selain itu, semut juga merupakan hewan yang dapat bertahan di tengah kondisi bencana. Para ilmuwan menunjukkan bahwa semut memiliki kemampuan untuk menyadari penyakit menular dan mengisolasi anggota yang terinfeksi. Mereka juga bisa hidup di berbagai iklim, termasuk Gurun Sahara.

Ikan lumpur atau Mummichog juga termasuk hewan adaptif yang bisa hidup di sungai beracun dan hampir semua jenis lingkungan air. Kemampuan beradaptasi ikan lumpur terlihat dari kontrol penuh pada genomnya yang memungkinkan untuk menghidupkan dan mematikan gen sesuai dengan lingkungan.

Kalajengking juga diketahui mampu bertahan dalam berbagai kondisi, mulai dari gurun, hutan, hingga pegunungan. Para peneliti National Geographic bahkan menemukan bahwa kalajengking bisa membekukan diri semalaman dan tetap bertahan baik. Dengan kemampuan memperlambat metabolismenya, kalajengking bisa hidup tanpa makan selama setahun penuh.

Kecoa, yang sering dianggap menjijikan, juga menjadi salah satu hewan yang dapat bertahan dalam situasi ekstrem. Kecoa memiliki resistensi terhadap insektisida dan memiliki kekebalan luar biasa, serta dapat bertumbuh hingga 2 inci panjangnya. Contoh kekuatan bertahan kecoa terlihat saat peristiwa bom atom di Hiroshima dan Nagasaki di mana kecoa masih bisa hidup di sekitar reruntuhan.

Dengan kemampuan adaptasi dan resistensi yang dimiliki kelima hewan tadi, mereka dianggap dapat bertahan di tengah kondisi bencana alam dan perubahan lingkungan yang terjadi di Bumi. Melalui penelitian dan pemantauan terhadap hewan-hewan ini, kita bisa lebih memahami bagaimana kehidupan dapat beradaptasi dan bertahan dalam situasi ekstrem. Semua itu memberikan gambaran penting tentang peran hewan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelangsungan hidup planet.

Source link