Berita  

Perang Iran Ancam ‘Harta Karun’ Amerika

Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran telah menimbulkan dampak yang tidak hanya terasa pada harga minyak, tetapi juga pada sektor komoditas lainnya. Kondisi lumpuh di Selat Hormuz juga menimbulkan kekhawatiran terkait lonjakan harga komoditas yang digunakan dalam industri pertanian dan manufaktur semikonduktor. Qatar, sebagai produsen energi terbesar di dunia, terpaksa menutup produksi gas alam cair dan helium akibat serangan drone. Hal ini telah menyebabkan gangguan pada sekitar sepertiga pasokan helium global, yang sangat penting dalam berbagai industri seperti pencitraan MRI, pengelasan, dan manufaktur elektronik.

Pertumbuhan industri teknologi kecerdasan buatan (AI) yang sangat penting untuk AS dan dunia juga terancam akibat kurangnya pasokan helium global. Meskipun AS merupakan produsen helium terbesar, negara-negara Asia seperti Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan mengimpor helium sebagian besar dari luar. Salah satu contoh adalah TSMC dan Hynix yang sangat bergantung pada pasokan helium dari Qatar untuk produksi chip mereka. Karena harga spot helium naik hingga 50%, industri chip menghadapi tantangan besar dalam jangka pendek.

Namun, kondisi ini tidak langsung berdampak pada kontrak yang sudah ada karena rantai pasokannya cukup panjang. Sebuah kapal kargo memerlukan waktu beberapa minggu untuk mencapai tujuannya sehingga masih belum terjadi defisit langsung. Namun, jika Selat Hormuz tetap ditutup untuk waktu yang lebih lama, industri chip dan teknologi AI bisa mengalami hambatan yang lebih besar dalam jangka panjang. -Fab/Fab.

Source link