Berita  

Ciri-ciri Modus Penipuan Missed Call yang Makan Korban

Penipuan dengan modus wangiri fraud semakin meningkat seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Modus penipuan ini pertama kali dikenal di Jepang pada tahun 2000 dan kini telah menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penipuan ini dimulai dengan adanya panggilan missed call dari nomor yang tidak dikenal, umumnya berasal dari nomor luar negeri yang tidak dikenal. Tujuan dari panggilan ini adalah agar orang yang menerima panggilan tersebut menelepon kembali nomor yang telah panggil tersebut.

Dampak dari modus penipuan ini cukup signifikan, mulai dari kehilangan kepercayaan untuk menjawab panggilan telepon hingga kerugian finansial. Pelaku penipuan menggunakan berbagai alat dan jaringan untuk mengeksekusi modus ini, seperti pemanggil otomatis dan nomor layanan tarif premium (RPS). Alat pemanggil otomatis digunakan untuk melakukan ribuan panggilan dalam waktu singkat, dengan tujuan agar pemilik nomor melakukan panggilan balik.

Nomor yang digunakan dalam modus ini seringkali tidak dikenali atau disediakan khusus untuk tujuan penipuan. Pelaku penipuan juga memanfaatkan skema tertentu untuk menarik perhatian korban, seperti mengirim SMS yang meminta korban untuk menghubungi kembali. Korban seringkali tidak menyadari bahwa panggilan balik tersebut akan dikenakan tarif premium atau biaya mahal per menitnya. Biasanya korban baru menyadari bahwa mereka telah menjadi korban penipuan saat pulsa mereka telah habis.

Global Telco Consult memberikan informasi menyeluruh mengenai skema penipuan ini. Mereka memperingatkan agar masyarakat waspada terhadap panggilan-panggilan missed call yang tidak dikenal, terutama jika berasal dari nomor asing. Dengan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai modus penipuan ini, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari tindakan penipuan seperti ini.

Source link