Berita  

Harga Laptop Melonjak di Indonesia, Penjual ITC Meriahkan

Kenaikan harga laptop akibat kelangkaan chip AI terus berlanjut, terutama terlihat di beberapa toko ITC Kuningan dengan kenaikan hingga Rp2 jutaan hingga Rp4 jutaan. Selain harga laptop, harga RAM untuk DDR5 terbaru juga naik drastis dari sebelumnya Rp800-900 ribu menjadi lebih dari Rp2 jutaan bahkan ada yang mencapai Rp2,5 jutaan. Kenaikan ini telah terjadi sejak awal tahun ini dan memberikan dampak signifikan terhadap penjualan, dengan penurunan hingga 50% di beberapa toko.

Kenaikan harga tersebut juga terjadi pada RAM DDR4 dan DDR5 pada Januari lalu, dengan kenaikan bertahap bahkan mencapai empat kali lipat. Perusahaan riset IDC memprediksi penurunan pengiriman pasar PC secara global sepanjang 2026, termasuk penurunan hingga 7,6% pada pasar tablet. Penyebab utama dari penurunan ini adalah kekurangan rantai pasok chip memori, yang juga menyebabkan kenaikan harga komponen dan kendala dalam rantai pasok yang membatasi produksi.

Produsen laptop Asus juga sudah menanggapi dinamika rantai pasok global dengan melakukan penyesuaian harga pada produk laptop yang dipasarkan di Indonesia. Head of PR and Digital Marketing ASUS Indonesia, Brama Setyadi, menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan sebagai respons terhadap dinamika rantai pasok komponen global. Hal ini mengindikasikan bahwa kenaikan harga laptop dan komponen lainnya masih akan terus terjadi dalam waktu dekat.

Source link