Berita  

Dampak Perubahan Dunia Kerja: Pengalaman Karyawan

Teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin cepat berkembang dan mulai mengubah kebiasaan sehari-hari masyarakat, termasuk di dunia kerja. Menurut laporan Gallup, setengah pekerja dewasa di Amerika Serikat menggunakan AI setidaknya beberapa kali dalam setahun, menunjukkan peningkatan dari kuartal sebelumnya. Penggunaan AI secara rutin juga meningkat, dengan sebagian karyawan menggunakan AI setiap hari. Tingkat adopsi AI di perusahaan juga naik, meskipun dengan kecepatan yang lebih lambat. Sebuah survei Gallup terhadap karyawan AS menunjukkan bahwa kehadiran AI sudah mulai membentuk dinamika tempat kerja.

Perubahan terjadi di tempat kerja yang telah mengadopsi AI, baik secara positif maupun negatif. Banyak karyawan melaporkan perubahan signifikan dalam sektor tenaga kerja. Di organisasi yang menerapkan AI, pola kepegawaian mengalami perubahan, dengan lebih banyak perekrutan dan pemangkasan jumlah tenaga kerja. Hal ini berbeda antara perusahaan besar dan kecil. Kekhawatiran pekerja tentang kehilangan pekerjaan juga meningkat seiring dengan luasnya adopsi AI.

Meskipun banyak karyawan melaporkan peningkatan produktivitas individu dengan penggunaan AI, ada kesenjangan antara produktivitas individu dan perusahaan secara keseluruhan. Banyak organisasi belum merancang ulang alur kerja atau proses berdasarkan AI. Namun, para pemimpin manajerial cenderung merasakan manfaat lebih besar dari penggunaan AI, terutama dalam hal peningkatan produktivitas.

Peran AI dalam berbagai kategori pekerjaan juga berbeda. Pekerja dalam bidang kesehatan dan peran teknis atau profesional cenderung melaporkan peningkatan produktivitas, sementara pekerja dalam peran layanan atau administrasi kantor menganggap AI memiliki dampak yang lebih sedikit. Ini menunjukkan bahwa efek AI dalam tempat kerja dapat sangat bervariasi tergantung pada jenis pekerjaan dan level kepegawaian.

Source link