Berita  

Pantura Jawa: Daerah Tak Terduga yang Tenggelam

Pesisir Pantura Jawa Alami Erosi Parah, Ancaman untuk Lingkungan dan Ekonomi

Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaporkan bahwa kawasan pesisir Pantura Jawa mengalami erosi pada 65,8% area garis pantainya. Terletak dari Kabupaten Serang hingga Kabupaten Situbondo, erosi ini menimbulkan masalah serius bagi lingkungan dan perekonomian di wilayah tersebut.

Penyebab Tingginya Tingkat Abrasi di Pantai Utara Jawa

Menurut Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Tubagus Solihuddin, pembangunan permukiman dan pusat kegiatan ekonomi di Pantura berlangsung masif karena tekanan demografi yang tinggi. Dampak negatifnya termasuk ekstraksi sumber daya laut yang tidak terkontrol, dengan 84% Pantai Utara Jawa terdiri dari endapan pluvial dan endapan delta. Sayangnya, kondisi endapan tersebut belum stabil, sehingga rentan mengalami erosi dan pemampatan.

Morfologi dan Perubahan Garis Pantai

Pantai Utara Jawa didominasi oleh pantai berelief rendah atau dataran rendah dengan elevasi di bawah 10 meter, mencakup 83% dari panjang garis pantai. Analisis perubahan garis pantai dari 2000 hingga 2024 menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Erosi mendominasi laju kerusakan sebesar 65,8%, sementara akresi hanya mencapai 34,2%.

Tubagus mencatat bahwa erosi yang signifikan terjadi di lingkungan delta yang seharusnya menjadi area sedimentasi alami. Hal ini dipicu aktivitas modifikasi di daerah hulu, seperti kanalisasi sungai dan pembangunan bendungan, yang mengganggu suplai sedimen ke wilayah pesisir.

Dampak Buruk Abrasi di Beberapa Kawasan

Dampak negatif abrasi terlihat di berbagai lokasi seperti Tanjung Pontang, Serang, dan Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi. Wilayah lain seperti Legonkulon, Subang, hingga Krangkeng, Indramayu, juga mengalami erosi yang merugikan, merendam tambak warga dan merusak infrastruktur.

Adanya kenaikan muka air laut dan penurunan muka tanah semakin memperparah situasi di pesisir Pantura Jawa. Data menunjukkan kenaikan rata-rata muka air laut sebesar 0,41 hingga 0,42 sentimeter per tahun, serta laju penurunan muka tanah hingga 16 cm/tahun di beberapa wilayah.

Pantai Utara Jawa dihadapkan pada krisis lingkungan yang mengancam keberlangsungan hidup penduduk dan ekonomi di wilayah tersebut. Masalah erosi, abrasi, banjir, kenaikan muka air laut, dan amblesan tanah bukan hanya masalah lokal, tetapi menimbulkan dampak nasional yang harus segera ditangani.

Source link