Berita  

Pengakuan Eks Karyawan: Sperma Elon Musk Dibuka-bukaan

Ibu 4 Anak Elon Musk Terima Donor Sperma dari Bosnya

Pada tahun 2020, Shivon Zilis, seorang ibu dari empat anak Elon Musk, membagikan pengalamannya soal menerima donor sperma dari bosnya. Kesepakatan unik ini terjadi saat Zilis masih bekerja di lingkungan perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Musk, seperti OpenAI dan Neuralink. Meskipun hubungan kerja antara mereka sudah tidak lagi berlangsung, Zilis tetap terlibat dalam dewan OpenAI hingga 2023.

Zilis juga sempat bekerja di Neuralink, tetapi berhasil mengelola konflik kepentingan yang mungkin muncul akibat hubungannya dengan Musk. Meskipun begitu, Zilis menegaskan bahwa ia tidak memberikan informasi kepada Musk setelah hubungan mereka berubah menjadi lebih dari sekadar profesional.

Kesepakatan Donor Sperma dan Kehadiran Anak Kembarnya

Pada tahun 2020, Zilis menerima tawaran donor sperma untuk mendukung kampanye meningkatkan populasi. Meskipun kesepakatan itu bersifat platonis, Zilis sangat ingin menjadi seorang ibu. Anak kembar Zilis lahir melalui metode IVF dan kehadiran mereka tidak diketahui secara luas oleh publik, termasuk keluarga dan rekan kerja Zilis.

Zilis memilih untuk merahasiakan identitas ayah dari anak-anaknya, termasuk kepada direksi OpenAI. Baru melalui laporan Business Insider diketahui bahwa Musk adalah ayah dari anak yang lahir pada tahun 2021. Greg Brockman, eksekutif OpenAI, menyatakan bahwa direksi percaya Zilis dapat mengelola situasi ini dengan baik, mengingat hubungan platonis antara Zilis dan Musk serta kelahiran anak-anak melalui IVF.

Jumlah Anak Elon Musk dan Tawaran Sperma untuk Kolonisasi Mars

Dengan 14 anak bersama beberapa wanita, termasuk 4 anak dengan Zilis, Musk terus menjadi sorotan publik. Selain itu, ia juga menawarkan sperma untuk proyek kolonisasi Mars yang bertujuan mendirikan sebuah kota berpenduduk satu juta orang dalam 20 tahun ke depan. Tawaran tersebut menunjukkan sisi lain dari keterlibatan Musk dalam penciptaan anak dan eksplorasi luar angkasa.

Artikel ini disadur dari CNBC Indonesia.

Source link