Berita  

Nasib Miris Raja Teknologi Lama: Ditendang Pemain Baru!

IBM Terdesak oleh Teknologi AI, Laba Relatif Stagnan

Jakarta, CNBC Indonesia – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin meluluhlantakkan industri perangkat lunak (software), membuat raksasa teknologi IBM terdesak dengan prioritas belanja yang bergeser ke infrastruktur pusat data.

Prioritas Belanja Bergeser ke Infrastruktur Data

IBM mengungkapkan bahwa dalam beberapa minggu terakhir bulan Juni, terjadi pergeseran belanja modal dari pembelian software ke infrastruktur pusat data seperti server, penyimpanan, dan dana memori. Hal ini membuat persediaan infrastruktur terbatas menjelang kenaikan harga, yang tidak dapat diantisipasi oleh IBM.

“Meski kami mengantisipasi sejumlah dampak terkait rantai pasokan, kami tidak bisa mengantisipasi besarnya perubahan prioritas belanja modal,” ungkap CEO IBM, Arvind Krishna, dalam surat kepada investor seperti dilansir dari Reuters.

Kinerja dan Proyeksi Laba IBM

IBM memperkirakan pendapatannya hanya akan meningkat tipis 1% menjadi US$17,2 miliar (Rp 310,8 triliun) pada kuartal dua, di bawah perkiraan analis. Sedangkan untuk laba per saham, perusahaan memperkirakan US$2,93 dibandingkan ramalan analis sebesar US$3,02.

Menurut Chris Beauchamp, kepala analis pasar di IG Group, IBM sedang menghadapi situasi sulit yang membawa pertanyaan tentang durasi transisi ke infrastruktur dan keamanan siber. Saham-saham software juga terpantau melemah, termasuk saham Microsoft, ServiceNow, Salesforce, dan Intuit yang masing-masing mencatat penurunan antara 2% hingga 5%.

Berdasarkan perkiraan, IBM juga diperkirakan bisa kehilangan hingga US$70 miliar (Rp 1.265 triliun) dari nilai pasar jika kerugian terus berlanjut. Sebagai raksasa software, IBM sedang berada dalam tekanan yang signifikan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tren industri yang dipimpin oleh teknologi AI.

Source link