Berita  

SpanAsia: Amerika Ketar-Ketir Ditendang China

China Semakin Dekat Menutup Ketinggalan dengan AS dalam Perlombaan AI

Jakarta, CNBC Indonesia – Model-model AI buatan China semakin mendekati kualitas model-model unggul asal Amerika Serikat (AS), menimbulkan kekhawatiran di kubu AS. Model terbaru, ‘Kimi K3’, disebut-sebut mampu bersaing dengan model frontier AS, memicu kepanikan bahwa China semakin mendekati AS dalam perlombaan kecerdasan buatan (AI).

Perbedaan Strategi Pengembangan AI China dan AS

Ada perbedaan strategi krusial antara China dan AS dalam pengembangan AI. China lebih memperhatikan model-model open-source dan open-weight yang memberikan akses dan bobot terbuka kepada pengembang. Sementara AS lebih cenderung menjaga model-model close-source yang berfokus pada keamanan dan kontrol.

Meskipun demikian, China dinilai berani dengan kebijakan open-source untuk memberikan akses model AI berkualitas tanpa batasan. Namun, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran atas risiko yang mungkin terjadi dalam penggunaan model-model tersebut.

Ancaman Model Open-Weight Cina bagi AS

Sejumlah praktisi dan analis AI di AS mengkhawatirkan ancaman keamanan yang mungkin ditimbulkan oleh model-model open-weight China. Penggunaan model yang tidak terkendali bisa membahayakan keamanan nasional dan bisnis AS yang berbasis AI.

Penyusupan model open-weight Cina juga diyakini memicu dorongan pihak AS untuk mengatur regulasi yang lebih ketat. Hal ini dianggap sebagai strategi untuk mengurangi penggunaan model open-source asal China di pasar AS, demi menjaga block kekuasaan duopoli model AI AS yang ada saat ini.

Demikianlah perkembangan terkini mengenai perlombaan kecerdasan buatan antara China dan AS yang semakin memanas. Kedua negara kini terus berusaha mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin dalam inovasi teknologi AI di dunia.

Source link