Manfaat dan Risiko Minum Matcha bagi Ibu Menyusui
Jakarta (ANTARA) – Matcha kini menjadi salah satu minuman favorit banyak orang. Rasanya yang khas, kandungan antioksidannya yang tinggi, serta efek menyegarkan dari kafein membuat minuman asal Jepang ini semakin digemari.
Keamanan Matcha untuk Ibu Menyusui
Bagi ibu menyusui, pertanyaan seputar keamanan konsumsi matcha seringkali muncul. Namun, ahli menyatakan bahwa matcha tetap boleh dikonsumsi oleh ibu menyusui, asalkan dalam jumlah yang wajar. Kafein dalam matcha dapat masuk ke dalam ASI dalam jumlah kecil, sekitar 1 hingga 1,5 persen dari total kafein yang dikonsumsi oleh ibu.
Para peneliti merekomendasikan agar ibu menyusui membatasi konsumsi kafein, termasuk dari matcha, hingga maksimal 300 miligram per hari. Dengan demikian, satu hingga dua cangkir matcha per hari masih dianggap aman bagi ibu menyusui dengan catatan tidak melebihi batas konsumsi harian yang direkomendasikan.
Perbedaan Efek Matcha dengan Kopi
Meskipun matcha dan kopi sama-sama mengandung kafein, efeknya sering kali berbeda. Matcha mengandung senyawa L-theanine yang dapat memperlambat penyerapan kafein, sehingga energi yang dihasilkan lebih stabil tanpa lonjakan atau penurunan tiba-tiba.
Disarankan untuk ibu yang baru pertama kali mencoba matcha saat menyusui, untuk mulai dari setengah hingga satu cangkir per hari. Selain itu, waktu konsumsi matcha juga perlu diperhatikan. Minumlah matcha pada pagi atau siang hari, hindari konsumsi pada malam hari untuk menghindari gangguan pola tidur.
Kenali Tanda-tanda Sensitivitas pada Bayi
Pada beberapa kasus, bayi dapat menunjukkan tanda-tanda sensitivitas terhadap kafein yang masuk melalui ASI. Gejala meliputi bayi rewel, sulit tidur, sering terbangun, atau gelisah dalam waktu 2 hingga 4 jam setelah ibu mengonsumsi minuman berkafein.
Jika gejala tersebut muncul, ibu dapat mengurangi konsumsi matcha atau menghentikannya sementara untuk melihat perubahan. Namun, tetap ingat bahwa reaksi bayi juga dapat disebabkan oleh faktor lain, seperti tumbuh gigi atau kolik.
Secara keseluruhan, matcha tetap dapat menjadi pilihan minuman bagi ibu menyusui selama dikonsumsi dalam jumlah moderat dan dengan memperhatikan reaksi bayi secara seksama.












