Berita  

Bebas Biaya Transaksi QRIS di {BI}: Peluang Menarik untuk Pengusaha

HUT RI ke-81: BI Gratiskan Biaya Transaksi QRIS di Era Ekonomi Digital

Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Nasional (ASPI) mengambil langkah untuk memperkuat ekonomi digital nasional. Dalam momentum ini, diluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) sebagai instrumen pembayaran domestik yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi transaksi, inklusivitas, dan daya saing pelaku usaha di era digital.

Biaya Transaksi QRIS Digratiskan

Seiring dengan peluncuran KKI, BI juga secara resmi memperluas kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS menjadi 0% mulai 1 Oktober 2026. Langkah ini memberikan pembebasan biaya transaksi bagi merchant Usaha Mikro (UMI) hingga Rp500.000 dan diperluas ke semua kategori merchant lainnya untuk transaksi hingga Rp100.000, dari sebelumnya dikenakan tarif 0,7%. Hal ini diharapkan dapat menekan biaya transaksi pelaku usaha dan memperluas manfaat digitalisasi pembayaran.

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan komitmen BI dan industri sistem pembayaran dalam mendukung ekonomi nasional melalui respons kebijakan ini. Delapan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) sudah menerbitkan KKI per 17 Agustus 2026, termasuk BCA, Mandiri, BNI, dan lainnya, untuk memperluas penggunaan KKI dalam transaksi melalui QRIS.

Inovasi dalam Ekonomi Digital

Keberhasilan QRIS terbukti dengan jumlah pengguna mencapai 65,77 juta jiwa dan 44,86 juta merchant per Juni 2026. Volume transaksi QRIS mencapai 12,55 miliar dengan nilai nominal Rp1,12 kuadriliun pada semester I 2026, meningkat 93,92% (yoy). Sinergi antara BI, ASPI, dan pemangku kepentingan lainnya dalam peluncuran KKI dan perluasan MDR 0% menjadi langkah penting dalam mempercepat penguatan ekonomi digital dan kemandirian ekonomi nasional.

Langkah ini sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 dan program Asta Cita Pemerintah untuk mengakselerasi perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Source link