Berita  

Penyebab Kebakaran Bertubi-tubi di Indonesia: Bukan Hanya El Nino

Penyebab Kebakaran Hutan di Indonesia Selain El Nino

Jakarta, CNBC Indonesia – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, terutama Kalimantan dan Sumatra, kerap dihubungkan dengan faktor iklim global seperti El Nino.

Seiring dengan peringatan yang terus disuarakan oleh BMKG terkait potensi kekeringan dan ancaman karhutla sepanjang tahun ini, ada beberapa faktor penting yang menjadi penyebab utama kebakaran hutan di Indonesia.

Sejarah Panjang Karhutla di Indonesia

Dilansir dari situs resmi Forum Geosaintis Muda Indonesia (FGMI), catatan sejarah insiden karhutla parah sudah terjadi sejak tahun 1982 di Kalimantan Timur. Pemicu utama kebakaran hutan tersebut bukan hanya karena kondisi kering yang disebabkan El Nino, tetapi juga karena aktivitas manusia.

Pembakaran lahan untuk perkebunan tanaman semusim dan pembalakan liar untuk kegiatan ekonomi memberikan kontribusi besar terhadap karhutla di Indonesia.

Data Karhutla Indonesia 2026

Melalui data dari BNPB dan Sistem Monitoring Karhutla Kementerian Kehutanan, tercatat bahwa sepanjang tahun 2026 telah terjadi 454 kejadian karhutla dengan total luas area terbakar mencapai 202.010,96 hektare.

Data ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, terutama selama bulan Juli di mana sekitar 94.545,49 hektare lahan terbakar. Diperkirakan bahwa kejadian karhutla akan terus meningkat seiring berlanjutnya pengaruh El Nino.

Lahan Gambut di Kalimantan dan Sumatra

Wilayah Kalimantan dan Sumatra yang didominasi oleh lahan gambut menjadi titik fokus, mengingat sifat lahan ini yang mudah terbakar saat mengalami kondisi kering. Pembukaan lahan tanpa mengendalikan api dan eksploitasi lahan gambut untuk kegiatan ekonomi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kebakaran hutan sulit dipadamkan.

Menurut pakar dari Fakultas Kehutanan UGM, Fiqri Ardiansyah, praktik penggunaan api sembarangan dalam pembukaan lahan menjadi faktor utama yang menjadi pemicu karhutla di Indonesia.

Seiring dengan dampak multidimensi yang ditimbulkan, pengendalian karhutla perlu dilakukan secara menyeluruh dengan fokus pada perbaikan aspek sosial-ekonomi masyarakat sekitar hutan.

Source link