Berita  

RI Siapkan 4 Titik Pusat Internet Asia Pasifik di NTT

Indonesia Siap Bangun 4 Lokasi Landing Station Kabel Laut Internasional

Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia memiliki ambisi besar untuk menjadi salah satu hub konektivitas yang menyambungkan beberapa negara di kawasan Asia Pasifik. Hal ini ditandai dengan persiapan pembangunan empat lokasi landing station kabel laut internasional.

Menurut Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Kartika Listriana, keempat landing station tersebut direncanakan akan berada di Jakarta, Nusa Tenggara Timur (NTT), Manado, dan Jayapura.

“Lokasi landing station di Jakarta akan mencakup wilayah barat, sementara di Papua akan mendekati Australia dan NTT yang efektif. Penentuan lokasi ini mengikuti strategi berdasarkan kebutuhan konektivitas yang optimal,” jelas Kartika.

Persiapan Koridor Alur Kabel Bawah Laut Nasional

Pada Keputusan Menteri KP Nomor 14 Tahun 2021, telah ditetapkan koridor alur kabel bawah laut nasional yang terdiri dari 217 segmen, 209 landing point, dan empat lokasi landing station Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) internasional yang terhubung ke Indonesia.

Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, juga mengungkapkan ambisi perusahaan untuk menjadikan Indonesia sebagai hub konektivitas utama di kawasan Asia Pasifik. Telkom telah mengembangkan rute koridor global seperti intra-Asia, Trans-Pasifik, dan Asia-Eropa yang menghubungkan berbagai wilayah secara efisien.

Ekspansi Koridor Baru dan Manfaat untuk Pelanggan

Sebagai langkah ekspansi selanjutnya, Telkom mempersiapkan tiga koridor baru yaitu Timur Tengah dan Afrika, Trans-Atlantik, serta Amerika Serikat-Amerika Latin. Diversifikasi rute ini diharapkan dapat memberikan ketahanan bagi pelanggan dan memperluas jangkauan konektivitas Indonesia dengan pasar Asia-Pasifik dan pasar global lainnya.

Langkah Telkom ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur lebih lanjut, namun menciptakan jaringan koridor strategis yang menjadikan Indonesia sebagai pintu gerbang kuat dalam ekonomi digital global.

Source link