Berita  

Petaka AI di Depan Mata, Komentar Trump Tak Terduga

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak anggapan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) perlu diperlambat karena berisiko mengancam manusia. Di tengah meningkatnya kekhawatiran publik dan seruan sejumlah pemimpin perusahaan teknologi agar pengembangan AI lebih berhati-hati, Trump justru mendorong kelanjutan inovasi sekaligus menentang lahirnya regulasi tambahan.

Melalui akun Truth Social, Trump menyebut kekhawatiran bahwa AI akan mengambil alih dunia dan memusnahkan umat manusia sebagai berita bohong. “AI mengambil alih dunia, menghancurkan umat manusia, dan semua hal buruk lainnya adalah hoaks,” tulis Trump, dikutip dari Politico, Selasa (15/9/2026).

Trump sebut regulasi AI sudah cukup

Trump sebelumnya mengatakan pemerintahannya telah mengambil langkah untuk membatasi aturan yang dinilainya berlebihan terhadap AI. Menurut dia, teknologi tersebut tidak membutuhkan banyak pembatasan atau pengaman tambahan. Kendali yang diperlukan, kata Trump, cukup berupa kepemimpinan presiden yang kuat dan cerdas.

“Satu-satunya kendali atau pengaman yang dibutuhkan AI adalah presiden yang kuat dan cerdas (dengan IQ tinggi!), dan AS memilikinya, bahkan lebih dari cukup,” ujar Trump dalam unggahan sebelumnya.

Sikap tersebut disampaikan ketika kekhawatiran mengenai dampak AI terus menguat. Sejumlah tokoh industri teknologi bahkan menyuarakan perlunya pengembangan yang lebih terkendali. Dario Amodei, CEO Anthropic, Sam Altman dari OpenAI, serta Elon Musk yang memimpin xAI, disebut kompak menilai peningkatan kemampuan AI tingkat lanjut perlu direm demi mengutamakan keselamatan masyarakat.

Peringatan yang lebih ekstrem datang dari Jacob Coxon, mantan peneliti AI Anthropic. Ia memperingatkan bahwa laju perkembangan AI yang semakin sulit dibendung berisiko membuat manusia menghadapi kepunahan dalam dekade mendatang.

Trump serang Anthropic dan singgung China

Trump juga mengaitkan perdebatan mengenai AI dan pusat data dengan persaingan teknologi Amerika Serikat melawan China. Ia menilai Beijing justru memperoleh keuntungan dari narasi yang disebutnya sebagai “konspirasi jahat” terkait AI dan data center.

Menurut Trump, prioritas utamanya adalah memastikan China tidak menjadi pemenang dalam penguasaan teknologi baru tersebut. Ia meyakini teknologi AI berpotensi mengubah struktur masyarakat sipil.

Dalam pernyataan yang sama, Trump menyindir Dario Amodei dengan menyebut CEO Anthropic itu sedang berpura-pura menjadi “malaikat kecil yang sempurna”. Hubungan Trump dan Amodei memang tengah memanas. Pemerintah AS sebelumnya melarang seluruh lembaga federal menggunakan produk buatan Anthropic.

Amodei sebelumnya menyerukan agar perusahaan-perusahaan AI memperlambat pengembangan kapabilitas model mereka. Seruan itu muncul saat kekhawatiran global terhadap dampak teknologi tersebut semakin dalam dan kemudian mendapat dukungan dari sejumlah pemimpin perusahaan teknologi, termasuk Musk dan Altman.

Source link