Tidur dengan Lampu Menyala atau Gelap? Ini Dampaknya bagi Tubuh

Mematikan lampu saat tidur bukan sekadar pilihan untuk menciptakan kamar yang nyaman. Kondisi gelap membantu tubuh menjalankan proses biologis yang berkaitan dengan kualitas tidur, kesehatan jantung, metabolisme, berat badan, dan suasana hati. Sejumlah penelitian medis menunjukkan, paparan cahaya saat malam dapat mengganggu sistem alami tubuh meski cahayanya tergolong redup.

Kegelapan membantu produksi melatonin

Salah satu alasan utama tidur dalam keadaan gelap dianjurkan adalah kaitannya dengan hormon melatonin. Hormon ini berperan mengatur pola tidur sekaligus membantu tubuh merasa rileks. Otak memproduksi melatonin secara lebih optimal ketika lingkungan sekitar berada dalam kondisi redup atau gelap.

Sebaliknya, cahaya lampu dapat menghambat produksi hormon tersebut. Gangguan ini berpotensi memengaruhi proses tubuh untuk beristirahat, terutama jika paparan cahaya berlangsung sepanjang waktu tidur. Karena itu, kamar yang gelap dipandang sebagai kondisi yang lebih mendukung untuk memperoleh tidur berkualitas.

Dampak cahaya malam bagi jantung dan metabolisme

Penelitian dari Northwestern University Medicine menunjukkan bahwa tidur dengan cahaya redup sekalipun dapat meningkatkan detak jantung dan kadar gula darah pada pagi hari. Kondisi tersebut dikaitkan dengan sistem saraf simpatik yang tetap aktif ketika tubuh menerima paparan cahaya saat tidur.

Temuan itu memperlihatkan bahwa tubuh tidak sepenuhnya berada dalam kondisi istirahat ketika kamar masih diterangi. Gangguan terhadap ritme sirkadian, yakni siklus alami tubuh yang mengatur waktu tidur dan bangun, juga dapat memengaruhi pengaturan nafsu makan serta suasana hati.

Dalam jangka panjang, paparan cahaya buatan pada malam hari disebut dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan gangguan kecemasan. Sumber yang dikutip, termasuk Sleep Foundation, juga mengaitkan tidur dalam kondisi gelap dengan dukungan terhadap kesehatan tubuh secara lebih luas.

Beradaptasi jika belum nyaman tidur gelap

Tidak semua orang langsung merasa nyaman saat lampu kamar dimatikan. Sebagian orang terbiasa tidur dengan cahaya karena merasa lebih aman atau tidak terlalu cemas dalam kegelapan. Perubahan kebiasaan dapat dilakukan secara bertahap tanpa harus langsung mematikan seluruh sumber cahaya.

Salah satu pilihan ialah menggunakan lampu tidur berdaya rendah dengan warna merah atau oranye. Cahaya dengan nuansa hangat tersebut dinilai tidak terlalu mengganggu produksi melatonin dibandingkan cahaya biru atau putih. Lampu juga dapat dipindahkan ke luar kamar atau diletakkan di sudut bawah agar tidak menyorot langsung ke wajah.

Jika lampu tidak memungkinkan untuk dimatikan, penggunaan masker mata dapat membantu menciptakan kondisi gelap secara langsung. Namun, pilihan yang paling mendukung proses tidur tetaplah mengurangi paparan cahaya sebanyak mungkin. Mematikan lampu sebelum tidur menjadi langkah sederhana agar tubuh dapat beristirahat dan menjalankan proses pemulihan secara lebih optimal.

Source link