Benarkah Air Hujan Bikin Pusing? Simak Fakta Medisnya

Rasa pusing atau kepala berdenyut setelah kehujanan kerap dianggap sebagai akibat langsung air hujan yang mengenai kepala. Padahal, air hujan bukan penyebab langsung sakit kepala. Keluhan tersebut lebih mungkin berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan yang menyertai hujan, terutama pada orang yang sensitif terhadap cuaca atau memiliki riwayat migrain.

Salah satu pemicunya adalah perubahan tekanan udara atau tekanan barometrik. Menjelang hujan maupun badai, tekanan udara dapat berubah. Pada sebagian penderita migrain, perubahan ini berpotensi memicu serangan sakit kepala.

Perubahan cuaca dapat memicu migrain

American Migraine Foundation menyebut perubahan tekanan barometrik sebagai salah satu faktor lingkungan yang dapat memicu migrain. Perubahan tersebut dapat memengaruhi kondisi di sekitar tubuh dan menimbulkan gejala pada orang yang memang sensitif terhadap perubahan cuaca.

Mayo Clinic juga mencatat bahwa cuaca dan tekanan barometrik dapat berhubungan dengan munculnya migrain pada sebagian orang. Selain tekanan udara, kondisi lain yang berpotensi menjadi pemicu meliputi suhu yang terlalu panas atau dingin, kelembapan tinggi, udara kering, angin, serta badai.

Ketika hujan turun, suhu udara biasanya menurun dan kelembapan meningkat. Respons tubuh terhadap perubahan itu berbeda-beda. Sebagian orang mungkin tidak merasakan dampak apa pun, sedangkan mereka yang memiliki migrain dapat lebih peka terhadap perubahan tersebut.

Karena itu, munculnya sakit kepala setelah hujan tidak otomatis berarti air hujan menjadi penyebabnya. Hujan bisa saja bertepatan dengan perubahan tekanan udara, suhu, dan kelembapan yang memicu keluhan pada orang tertentu.

Kondisi tubuh setelah kehujanan ikut berpengaruh

Faktor lain yang lebih sederhana juga dapat berperan. Setelah kehujanan, tubuh menjadi dingin, pakaian basah, dan suhu tubuh dapat berubah dengan cepat. Rasa tidak nyaman ini bisa semakin kuat apabila seseorang kurang minum, belum makan, kelelahan, atau kurang tidur.

NHS mencatat dehidrasi, stres, flu, serta kebiasaan tidak makan secara teratur sebagai beberapa penyebab umum sakit kepala. Dengan begitu, hujan mungkin hanya menjadi salah satu bagian dari rangkaian kondisi yang muncul bersamaan ketika sakit kepala terjadi.

Untuk mengurangi risiko keluhan, seseorang dapat memastikan tubuh tetap terhidrasi, makan secara teratur, dan mencukupi kebutuhan tidur. Bagi orang yang sering mengalami migrain, pencatatan sakit kepala juga dapat membantu menemukan pola pemicu.

Catatan tersebut dapat berisi waktu munculnya sakit kepala, kondisi cuaca, makanan atau minuman yang dikonsumsi, waktu tidur, dan aktivitas yang dilakukan. Mayo Clinic menyarankan pencatatan semacam ini untuk membantu mengidentifikasi pemicu migrain yang mungkin tidak disadari.

Namun, sakit kepala yang muncul tiba-tiba dan sangat berat perlu mendapat perhatian medis, terlebih jika disertai kelemahan atau mati rasa, gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, kebingungan, kejang, demam tinggi, atau leher kaku. Kondisi dengan gejala tersebut membutuhkan pertolongan medis segera.

Jadi, air hujan tidak secara langsung membuat kepala pusing. Keluhan lebih mungkin dipicu perubahan cuaca dan kondisi tubuh di sekitar waktu hujan, terutama pada orang yang memiliki sensitivitas terhadap faktor-faktor tersebut.

Source link