Berita  

Kenapa Huruf di Keyboard Tidak Urut ABCD? Ini Alasannya

Susunan huruf QWERTY yang kini akrab di keyboard komputer dan ponsel bukan dibuat berdasarkan urutan abjad. Tata letak tersebut lahir dari persoalan teknis pada mesin tik abad ke-19, ketika tombol-tombol yang ditekan terlalu cepat dapat membuat komponen di dalam mesin saling bertabrakan dan macet.

Berawal dari eksperimen Christopher Latham Sholes

Sejarah QWERTY bermula pada dekade 1860-an dari Christopher Latham Sholes, seorang wartawan asal Milwaukee, Amerika Serikat. Ketertarikannya pada mesin ketik muncul setelah ia membaca artikel di Scientific American mengenai sebuah mesin pencetak.

Sholes kemudian mengembangkan mesin ketik bersama Samuel W. Soule dan Carlos Glidden. Rancangan awal mereka masih jauh dari bentuk perangkat yang dikenal sekarang. Ukurannya sangat besar, menyerupai piano, sementara susunan huruf dan angkanya belum lengkap. Berbagai komponennya juga belum bekerja dengan baik sehingga mesin tersebut kerap mengalami kemacetan.

Untuk mengatasi masalah itu, Sholes berulang kali mengubah posisi huruf pada papan ketik. Dari serangkaian percobaan tersebut lahirlah susunan yang kemudian dikenal sebagai QWERTY, diambil dari enam huruf pertama pada baris teratas keyboard.

Mengapa hurufnya tidak disusun alfabetis?

Mengutip Smithsonian, penataan QWERTY dirancang agar batang logam yang menghubungkan tombol dengan pelat huruf tidak saling bertabrakan ketika tombol-tombol yang posisinya berdekatan ditekan dengan cepat. Susunan itu membuat kerja mesin tik lebih lancar dibandingkan tata letak sebelumnya yang lebih mudah menyebabkan kemacetan.

Penempatan sejumlah huruf juga mempertimbangkan frekuensi kemunculannya dalam kata-kata bahasa Inggris. Huruf “e” dan “r”, misalnya, diletakkan berdampingan karena kombinasi “er” banyak digunakan dalam bahasa tersebut. Artinya, QWERTY tidak semata-mata disusun secara acak, melainkan merupakan hasil penyesuaian terhadap cara kerja mesin dan pola penggunaan bahasa.

Sholes akhirnya mematenkan mesin tersebut pada 23 Juni 1868. Dua tahun kemudian, ia dan rekan-rekannya mencapai kesepakatan produksi dengan Remington. Perusahaan yang dikenal sebagai pembuat senjata itu mulai menjual mesin tik tersebut pada 1874 dengan harga US$125.

Dari mesin Remington ke keyboard modern

Produksi Remington menjadi titik penting dalam penyebaran QWERTY. Menurut History, pada 1891 perusahaan itu mengklaim lebih dari 100.000 mesin tik berbasis QWERTY telah digunakan di Amerika Serikat. Penggunaan yang meluas tersebut kemudian mendorong tata letak ini menjadi standar internasional.

Popularitasnya juga diduga diperkuat oleh strategi bisnis Remington. Perusahaan tersebut menyediakan kursus pelatihan mengetik bagi pengguna. Para juru ketik yang telah terbiasa dengan mesin Remington membuat perusahaan tempat mereka bekerja perlu menyediakan perangkat dengan tata letak serupa. Kebiasaan itu membantu QWERTY bertahan dan semakin luas digunakan.

Ketika teknologi berkembang dari mesin tik ke komputer, lalu ke ponsel, susunan tersebut tetap dipertahankan. Karena itu, setiap kali pengguna mengetik di perangkat modern, mereka pada dasarnya masih memakai tata letak yang dirancang untuk mengurangi masalah mekanis pada mesin tik lebih dari 150 tahun lalu.

Source link