Calon ABK Majalengka di Muara Baru: Kejutan Tak Terduga

Tiga calon Anak Buah Kapal (ABK) asal Majalengka kabur dengan cara berenang melewati Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, namun kepolisian menyatakan bahwa mereka tidak disekap oleh pemberi kerja. Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Penjaringan, AKP Sampson Sosa Hutapea menjelaskan bahwa setelah kejadian, warga menemukan ketiga ABK tersebut, dan polisi telah melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari agensi terkait.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, petugas kepolisian memastikan bahwa ketiga calon ABK tersebut memang berasal dari Majalengka dan datang ke Muara Baru untuk bekerja di kapal. Mereka diberi akomodasi, uang transportasi, dan kebutuhan oleh agensi, namun karena belum mendapat jadwal keberangkatan kapal, ketiga ABK tersebut akhirnya memilih untuk kabur.

Sampson menegaskan bahwa selama berada di sana, para calon ABK tidak disekap. Mereka tetap diberi makan dan diizinkan menggunakan ponsel, namun tidak diperbolehkan pergi jauh karena bukan penduduk asli daerah tersebut. Peristiwa ketiga ABK tersebut terungkap setelah mereka mengajukan lamaran melalui calo atau agensi yang menawarkan lowongan kerja di media sosial.

Kisah ini menjadi perhatian publik setelah salah satu korban menceritakan tentang pengalamannya. Dalam usahanya untuk mengubah nasib, calon ABK tersebut akhirnya merasa tidak sabar dengan menunggu jadwal kapal dan memutuskan untuk kabur, meskipun agensi telah menanggung semua biaya mereka. Kejadian ini memberikan peringatan bagi calon ABK lainnya untuk lebih berhati-hati dalam mencari peluang kerja sehingga tidak terjerumus dalam situasi yang tidak diinginkan.

Source link