Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menjelaskan mengapa pemerintahannya memutuskan untuk menghapus kebijakan tantiem di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengalami kerugian dan mengurangi jumlah komisaris BUMN. Prabowo menyoroti ketidakmasukan fakta terkait tantiem atau bonus keuntungan yang diberikan kepada direksi atau komisaris BUMN. Dalam penyampaian Rancangan APBN Tahun Anggaran 2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Prabowo menegaskan bahwa penghapusan tantiem dilakukan karena dianggap tidak masuk akal dan merupakan akal-akalan semata. Prabowo juga mengungkapkan bahwa beberapa komisaris BUMN mendapatkan tantiem hingga Rp 40 miliar setahun tanpa alasan yang jelas. Dia menegaskan bahwa apa pun keputusan yang diambil harus mengutamakan keuntungan yang nyata, serta menekankan pentingnya efisiensi pengelolaan belanja negara untuk meningkatkan kualitas layanan publik. Prabowo juga memberikan tugas kepada Badan Pengelola Investasi Danantara untuk merapikan BUMN dengan memotong jumlah komisaris yang dianggap terlalu banyak. Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan BUMN yang selama ini dianggap tidak efisien.
Prabowo Ungkap Alasan Penghapusan Tantiem BUMN: Akal-Akalan!
Read Also
Recommendation for You

Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, baru saja kembali dari kunjungan ke Beijing untuk merayakan 80…

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Beijing baru-baru ini memperkuat hubungan antara Indonesia dan China. Saat…

Kesepakatan penting antara Prabowo Subianto dan Xi Jinping di Beijing menunjukkan upaya keduanya untuk menangani…

Pada tanggal 3 September, Presiden Tiongkok, Xi Jinping, menerima kunjungan dari Presiden Indonesia, Prabowo di…

Pimpinan DPR menanggapi kekhawatiran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi mahasiswa lainnya dengan serius. Mereka…

