Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputro melaporkan serangkaian teror yang dialaminya ke Polda Metro Jaya. Dalam laporannya, Ardi mengungkapkan bahwa mobilnya telah dibobol dan dokumen berharga milik Imparsial hilang. Kejadian tersebut terjadi setelah Ardi singgah makan di sebuah restoran di Jatiasih, Kota Bekasi. Meskipun spion, dompet, dan barang berharga lainnya tidak hilang, dokumen kegiatan Imparsial raib. Ardi curiga bahwa serangan tersebut terkait dengan pekerjaannya di Imparsial, terutama dalam mengadvokasi korban aksi demonstrasi.
Selain mobilnya, akun WhatsApp Ardi juga diserang pada tanggal 20 Agustus dan 28 Agustus 2025. Hal ini membuat Ardi yakin bahwa motif serangan tidak semata-mata bersifat kebetulan. Oleh karena itu, setelah diskusi, Ardi memutuskan untuk melaporkan insiden tersebut kepada pihak kepolisian. Dia berharap pelaku segera ditangkap dan motif serangan dapat terungkap. Ardi juga mendesak kepolisian untuk mengungkap alasan di balik serangkaian teror dan tindakan yang mengganggu tersebut.
Dalam situasi yang mengkhawatirkan ini, upaya Ardi dalam menyampaikan laporan ke pihak berwajib diharapkan dapat membantu menemukan pelaku teror dan mengungkap motif di balik insiden tersebut. Dengan bantuan kepolisian, semoga tindakan serangan dan pembobolan dapat dihentikan serta keamanan Ardi dan Imparsial dapat dipulihkan. Selain itu, harapan Ardi agar alasan dari serangkaian teror yang dialaminya bisa terungkap dan menjadi pelajaran bagi pihak-pihak terkait untuk lebih memperhatikan keamanan dan integritas dalam melaksanakan tugas.












