Berita  

Harta Karun Bernilai Rp 216 Triliun: Rebutan Global!

Jaringan komunikasi menggunakan infrastruktur kabel bawah laut sudah ada sejak lama, namun penggunaannya semakin luas dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai US$13 miliar. Pada tahun 1850, digunakan kabel bawah laut telekomunikasi pertama untuk telegraf di Selat Inggris, antara Dover, Inggris, dan Calais, Perancis. Kemudian, teknologi kabel bawah laut berkembang pesat untuk berbagai keperluan komunikasi seperti pemerintah, keuangan, email, video call, dan streaming.

Investasi dalam bisnis ini diprediksi akan meningkat pesat dalam beberapa tahun ke depan. Perusahaan TeleGeography mencatat bahwa investasi kabel bawah laut akan mencapai US$13 miliar dalam dua tahun ke depan, naik hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Perkembangan kecerdasan buatan (AI) juga menjadi alasan besar para perusahaan teknologi membutuhkan kabel bawah laut untuk konektivitas yang memadai.

Meta, Amazon, dan Google adalah beberapa perusahaan teknologi yang telah mengumumkan proyek kabel bawah laut baru. Meta merencanakan proyek kabel bawah laut terpanjang di dunia dengan nilai multi-miliar dolar yang akan menghubungkan lima benua. Amazon juga memiliki proyek Fastnet yang akan meningkatkan kapasitas infrastruktur lebih dari 320 terabit per detik. Google sendiri telah berinvestasi dalam lebih dari 30 kabel laut, termasuk proyek Sol yang akan menghubungkan beberapa wilayah dari AS, Bermuda, Azores, dan Spanyol.

Source link