Elektrifikasi telah menjadi suatu keharusan, bahkan bagi Lamborghini. Untuk mematuhi peraturan emisi yang semakin ketat, Lamborghini kini hanya memasarkan model mobil hibrida. Namun, tidak semua model Lamborghini menggunakan mesin pembakaran bersamaan dengan motor listrik. Ada model mobil balap seperti Temerario GT3 dan Super Trofeo yang tetap menggunakan mesin bakar dalam, tanpa bantuan tenaga listrik.
Super Trofeo, versi terbaru dari Lamborghini, tetap menggunakan mesin bakar dalam konfigurasi roda belakang, meninggalkan hibridisasi. Meskipun Lamborghini telah mengisyaratkan edisi khusus jalan raya yang menggunakan konfigurasi roda belakang, namun untuk saat ini, konfigurasi ini masih eksklusif untuk lintasan balap.
Mobil balap ini, yang merupakan iterasi kedua dari Temerario, dirancang untuk mengikuti seri Super Trofeo Lamborghini. Mesin V-8 twin-turbo pada Super Trofeo menghasilkan daya 641 tenaga kuda, lebih rendah 148 tenaga kuda dibandingkan dengan mesin gas versi jalan raya. Tenaga dari mesin ini disalurkan ke roda belakang melalui transmisi urutan enam percepatan.
Selain powertrain dan transmisi baru, Super Trofeo juga memiliki body kit yang lebih agresif dan fitur interior yang menarik, termasuk roll cage yang terintegrasi dengan FIA dan dasbor yang dilapisi dengan Dinamica Infinity. Peningkatan tambahan pada Temerario termasuk sistem kontrol traksi 12 titik yang dapat disesuaikan, knalpot Capristo, filter udara BMC, dan suspensi KW.
Dengan berat sebesar 2.866 pound, versi GT3 lebih ringan daripada versi jalan raya yang beratnya 860 pound. Lamborghini berencana untuk merilis model RWD yang lebih ringan dan tidak diproduksi secara massal dalam waktu dekat. Lamborghini juga tengah mengembangkan model lain yang lebih berorientasi off-road, tetapi prioritas saat ini adalah memulai pengiriman model produksi reguler. Sementara itu, mobil Super Trofeo tidak akan ikut serta dalam balapan hingga tahun 2027.












