Pengisi daya cepat DC terbaru yang diproduksi dan diuji di Amerika Serikat memiliki beragam fungsi penting. Alat ini tidak hanya dapat mengisi daya mobil listrik, tetapi juga menjaga lampu tetap menyala selama pemadaman listrik, serta mengirim daya kembali ke jaringan listrik. Dibuat oleh Heliox, anak perusahaan Siemens, pengisi daya cepat DC ini kompatibel dengan standar ISO dan SAE untuk pengisian daya dua arah.
Meskipun daya yang dapat diirimkan oleh alat ini mencapai hingga 44 kilowatt, pengisi daya ini dirancang khusus untuk bus listrik dan truk listrik. Jenis kendaraan ini biasanya diisi saat pengemudi beristirahat atau pada malam hari, sehingga memiliki pengisi daya ultra-cepat bukanlah prioritas utama. Namun, kemampuan untuk memanfaatkan baterai besar pada kendaraan listrik komersial untuk memangkas biaya dapat menjadi daya tarik bagi pemilik armada.
Pengisi daya V2G DC Heliox memiliki pengaturan input AC yang dapat disesuaikan, sehingga tidak perlu melakukan peningkatan mahal pada instalasi listrik gudang. Alat ini juga dapat diatur untuk mengambil daya dari jaringan listrik saat listrik murah dan mengirimkannya kembali saat listrik mahal, menggunakan baterai armada EV sebagai penyangga untuk penghematan energi.
Selain itu, pengisi daya V2G 44 kW Heliox juga memenuhi syarat untuk proyek-proyek yang didanai oleh pemerintah federal dan negara bagian sesuai dengan Buy America Act. Selain itu, pengisi daya ini sepenuhnya sesuai dengan standar ISO 15118-20 dan SAE J2847, yang menetapkan spesifikasi komunikasi antara EV dan jaringan listrik.
Kolaborasi antara Heliox, Hubject, Blue Bird, dan Accelera by Cummins telah menghasilkan penggunaan komersial pertama dari solusi kendaraan-ke-grid yang sesuai dengan standar internasional. Dengan Heliox menyediakan pengisi daya V2G, Hubject mengaktifkan fungsionalitas Plug & Charge, Accelera by Cummins membuat powertrain listrik, dan Blue Bird mengirimkan bus sekolah listrik yang dapat mengambil daya dari jaringan listrik serta mengirimkannya kembali.












