Nissan memiliki keyakinan yang tinggi bahwa GT-R akan kembali dengan iterasi baru. Namun, masih belum pasti apakah mobil sport ikonik ini akan beralih ke listrik, pembakaran, atau hibrida. Menurut Guillaume Cartier, kepala kinerja Nissan, tidak ada rencana konkret untuk supercar baru tersebut karena produsen sedang mengeksplorasi “rute yang berbeda.”
Sebuah konsep Hyper Force yang diperlihatkan pada tahun 2003 menjadi bahan godaan bagi calon GT-R masa depan, namun belum ada konfirmasi resmi. Dengan berakhirnya produksi R35, para penggemar mulai menantikan kemunculan R36. CEO dan Presiden Nissan, Ivan Espinosa, menyatakan bahwa perusahaan berharap “merek GT-R akan kembali suatu hari nanti,” meskipun mungkin tidak dalam waktu dekat.
Espinosa menegaskan bahwa Nissan belum memiliki rencana yang final untuk GT-R mendatang yang inovatif, tetapi yakin mobil ini akan “berevolusi dan muncul di masa depan.” Ponz Pandikuthira, kepala perencana produk Nissan Amerika Serikat, juga optimis bahwa GT-R akan kembali dalam wujud yang baru.
Meskipun belum ada rencana yang jelas, para penggemar harus bersabar menunggu kehadiran supercar baru Nissan. Sementara itu, spekulasi mengenai kemungkinan GT-R hibrida semakin meningkat, mengikuti tren powertrain hybrid pada supercar lainnya seperti Ferrari 296 GTB dan Lamborghini Temerario. Meskipun belum ada kepastian, harapan tetap tinggi untuk mendengar kabar lebih konkret tentang GT-R generasi berikutnya dalam waktu dekat.












