Berita  

Perang Ecommerce dan Nasib Pedagang

Industri e-commerce semakin pesat dengan persaingan yang makin ketat, terutama dengan maraknya e-commerce China yang menantang dominasi Amazon di pasar global. E-commerce China dikenal dengan strategi menjual barang langsung dari pabrik ke konsumen dengan harga yang sangat terjangkau. Namun, Amazon juga tidak tinggal diam dan meluncurkan fitur ‘Amazon Haul’ untuk menawarkan barang-barang murah.

Amazon juga merespons persaingan ini dengan memotong komisi yang dikenakan kepada para pedagang di Eropa. Langkah ini diambil untuk bersaing dengan Shein dan Temu yang terkenal dengan produk fesyen, alat rumah tangga, dan gadget. Amazon mengurangi pungutan komisi terbesar yang pernah ada dan fokus pada produk fesyen murah dengan memotong komisi untuk produk dengan harga tertentu.

Selain itu, Shein yang bersaing dengan Amazon mengenakan komisi 10% bagi pedagangnya di Eropa dan 12,24% untuk Inggris. Sebagai insentif, Amazon memberikan potongan komisi bagi para pedagang yang baru bergabung untuk 30 hari pertama. Amazon juga akan mengurangi pungutan komisi untuk produk rumah tangga dan menawarkan penghematan kepada mitra pedagang dengan peningkatan operasional dan inovasi.

Shein, dengan harga atasan 3 euro dan celana jeans 8,20 euro, berhasil mencuri pangsa pasar dari retailer fast-fashion Eropa dan menantang dominasi Amazon. Amazon masih tetap menjadi platform e-commerce dominan di Eropa dengan pendapatan yang terus tumbuh. Ke depan, Amazon berencana untuk terus memangkas pungutan komisi untuk berbagai jenis produk dan memangkas biaya pemenuhan paket untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan.

Source link