Berita  

Tips Ganti Profesi Sebelum Pekerjaan Punah

Studi terbaru dari Massachusetts Institute of Technology mencatat bahwa kecerdasan buatan atau AI telah mampu menggantikan hampir 12% tenaga kerja di Amerika Serikat. Penelitian ini mengungkap bahwa AI memiliki kapasitas kognitif yang memungkinkannya untuk menangani berbagai tugas yang biasanya dilakukan oleh manusia. Metrik Indeks Gunung Es digunakan untuk mensimulasikan interaksi lebih dari 150 juta pekerjaan dengan AI.

AI telah memberikan dampak yang signifikan di beragam sektor industri, seperti jasa keuangan yang menggunakan teknologi ini untuk memproses dokumen dan analisis dukungan. Di bidang layanan kesehatan, AI digunakan untuk menangani tugas-tugas administratif sehingga staf klinis dapat lebih fokus pada perawatan pasien. Produsen juga mengadopsi AI untuk kontrol kualitas dan otomatisasi inspeksi.

Para peneliti juga menyoroti bahwa penggunaan AI dapat meningkatkan efisiensi tenaga kerja manusia, tetapi juga mengubah struktur peran dan keterampilan yang dibutuhkan. Namun demikian, AI memiliki potensi untuk menggantikan pekerjaan tingkat pemula, yang biasanya ditawarkan bagi fresh graduate atau mereka yang baru memasuki pasar kerja.

Lebih lanjut, terdapat 15 pekerjaan yang diprediksi akan menghadapi kepunahan hingga tahun 2027 menurut laporan WEF. Daftar pekerjaan tersebut termasuk teller bank, petugas pos, kasir, sekretaris, staf akuntansi, dan lain sebagainya. Secara keseluruhan, perkembangan teknologi AI akan terus berdampak pada dunia kerja di masa depan, sehingga penting bagi individu untuk mempersiapkan diri dengan keterampilan yang relevan.

Source link