Penjualan sedan premium ukuran menengah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir di Amerika Serikat, meskipun masih ada beberapa pilihan tersisa. Meskipun sebelumnya populer, sedan ini kini mulai ditinggalkan oleh pengemudi di Eropa. Dataforce mencatat bahwa penjualan BMW Seri 3 turun 23 persen di Eropa, sementara Mercedes-Benz C-Class turun 14 persen. Meskipun Audi A5 baru memiliki permintaan yang kuat, penjualan model lain di segmen ini mengalami penurunan. BMW i4 listrik mengalami penurunan penjualan paling kecil, hanya turun 1,6 persen.
Penurunan ini disebabkan oleh tren peralihan pembeli dari sedan premium ukuran menengah ke SUV ukuran menengah. SUV dinilai lebih fungsional daripada sedan premium, dan memiliki berbagai jenis powertrain yang lebih luas termasuk plug-in. Meski begitu, pembeli sedan premium ukuran sedang masih cenderung memilih mesin bensin, diikuti oleh powertrain diesel, mobil listrik, dan PHEV.
Data menunjukkan bahwa Jerman memiliki pangsa pasar terbesar untuk segmen sedan premium ukuran menengah, diikuti oleh Inggris, Italia, Swedia, dan Polandia/Perancis. Meskipun BMW Seri 3, Mercedes C-Class, dan Audi A4/A5 telah menjadi ikon di pasar mewah, konsumen kini cenderung beralih ke crossover dan SUV. Meski demikian, pasar sedan premium ukuran menengah masih tetap relevan meskipun menghadapi tantangan penurunan penjualan.












