Kemajuan dalam teknologi kendaraan otonom menunjukkan bahwa penggunaan kamera dan AI saja mungkin tidak cukup untuk memastikan keamanan yang optimal. Pemasangan sensor tambahan seperti lidar di kendaraan otonom kini dianggap sebagai langkah yang diperlukan untuk meningkatkan tingkat keamanan.
Rivian, salah satu produsen mobil terkemuka, baru-baru ini bergabung dengan tren ini dengan menawarkan lidar pada model Rivian R2 mereka. Meskipun lidar dahulu dianggap mahal dan hanya digunakan dalam robotaksi khusus, perkembangan teknologi telah memungkinkan harga lidar menjadi lebih terjangkau untuk digunakan dalam mobil produksi massal.
Dalam sebuah acara yang diadakan oleh Rivian, Wakil Presiden Senior mereka menyoroti fakta bahwa harga lidar telah menurun secara signifikan dalam 10 tahun terakhir. Hal ini membuat lidar semakin populer dalam industri otomotif, termasuk di negara seperti Tiongkok.
Dalam sebuah video yang dirilis oleh Rivian, perbedaan antara sensor kamera, radar, dan lidar dalam situasi cuaca berkabut sangat jelas. Kamera terbatas pada apa yang bisa dilihat oleh mata manusia, sementara lidar mampu menembus kabut dan mendeteksi objek yang sulit terlihat oleh mata manusia. Dengan demikian, penggunaan sensor beragam di kendaraan otonom dianggap sebagai langkah yang krusial untuk meningkatkan keamanan dalam berkendara.
Melalui berbagai peningkatan teknologi dan penurunan harga sensor, penggunaan lidar dalam kendaraan otonom semakin mendapat pengakuan sebagai salah satu elemen penting dalam menciptakan kendaraan otonom yang aman dan efisien. Menariknya adalah bahwa Rivian adalah salah satu perusahaan yang telah memahami pentingnya sensor tambahan ini dalam menghadirkan kendaraan otonom terbaik.












