Berita  

Patahan Sesar Lokasi Gempa Jakarta: Penyebab dan Dampaknya

Di Daerah Khusus Jakarta, riset terbaru oleh Associate Professor di Global Geophysics RG, Program Studi Teknik Metalurgi ITB Endra Gunawan, mengungkapkan bahwa wilayah ini masih berpotensi terkena gempa bumi. Menggunakan metode GNSS slip-rate analysis, Endra menunjukkan bahwa deformasi kerak di Jakarta bisa terukur secara periodik, memberikan peluang untuk memodelkan bahaya gempa di perkotaan yang padat penduduk. Hasil riset ini juga menggarisbawahi pentingnya pemantauan deformasi sebagai dasar mitigasi modern.

Informasi sebelumnya dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti penelitian tentang Sesar Baribis-Kendeng, sesar aktif utama di Pulau Jawa. Peneliti dari BRIN, Sonny Aribowo, menjelaskan bahwa sesar ini memanjang dari barat ke timur di bagian belakang busur vulkanik Jawa, menunjukkan kompleksitas dan ukuran sistem sesar tersebut.

Dalam upaya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya gempa, Sonny telah melakukan penelitian di beberapa wilayah di Jawa Barat, menyelidiki lokasi jalur sesar aktif dan mengonfirmasi aktivitas sesar tersebut. Menelusuri jejak morfologi sesar aktif, Sonny mencatat bahwa Java Back-arc Thrust aktif di beberapa segmen dan mengarah ke selatan Jakarta dan Bogor.

Walaupun Jakarta dianggap relatif aman oleh BMKG, sejarah juga mencatat beberapa peristiwa gempa bumi yang menyebabkan kerusakan pada tahun 1699, 1780, 1834, dan 1903. Dengan posisi geografis Indonesia yang berada di pertemuan empat lempeng tektonik dunia, kondisi tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu kawasan seismik paling aktif di dunia. Diperlukan kesiapsiagaan dan mitigasi yang terus-menerus untuk menghadapi potensi bahaya gempa di Jakarta dan seluruh wilayah Indonesia.

Source link