Berita  

Lowongan Kerja Gaji Tinggi Rp 3,3 Miliar: Tidak Dapat Dikejar China

Pemerintah Donald Trump meluncurkan program U.S. Tech Force, sebuah inisiatif strategis yang melibatkan sekitar 1.000 insinyur dan pakar teknologi untuk memperkuat infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di lingkungan pemerintah federal. Program tersebut merupakan bagian dari upaya Washington dalam mengejar ketertinggalan dan mempertahankan posisi Amerika Serikat dalam persaingan global industri AI, terutama menghadapi dominasi China. Para peserta program akan dipekerjakan selama dua tahun di berbagai lembaga federal, bekerja dalam tim yang berkolaborasi dengan perusahaan teknologi besar dari sektor swasta, seperti Amazon Web Services, Apple, Google Public Sector, Microsoft, dan lainnya.

Peluncuran U.S. Tech Force dilakukan setelah Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif terkait kebijakan nasional AI. Program ini memberikan kesempatan bagi anggota Tech Force untuk direkrut oleh perusahaan mitra setelah menyelesaikan masa tugas, serta memungkinkan perusahaan swasta menugaskan karyawan mereka untuk bekerja di pemerintahan melalui program tersebut. Pemerintah Amerika Serikat menawarkan gaji tahunan yang kompetitif bagi anggota program, di luar tunjangan lainnya. Direktur Kantor Manajemen Personalia AS, Scott Kupor, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memastikan pemerintah memiliki sumber daya manusia yang sesuai untuk menangani berbagai permasalahan. Di masa depan, Tech Force akan fokus pada proyek-proyek berdampak besar, seperti penerapan AI, pengembangan aplikasi digital, modernisasi sistem data, dan peningkatan layanan digital lintas lembaga pemerintah federal.

Source link