Berita  

QRIS Menjadi Pilihan Populer di Negara Asing

QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard semakin populer dan meluas digunakan tidak hanya di Indonesia tetapi juga di sejumlah negara lain seperti Thailand, Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam, Laos, Brunei, Jepang, dan Korea. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, penggunaan QRIS telah mencapai puluhan juta konsumen dan merchant. Hal ini menunjukkan bahwa QRIS memiliki potensi dalam mengubah sistem pembayaran di negara-negara tersebut.

Pemerintah Indonesia juga sedang mendorong percepatan digitalisasi di Indonesia. Melalui kesepakatan Asean Digital Economic Framework Agreement (DEFA), Indonesia diharapkan mampu mencapai nilai ekonomi digital hingga US$90 miliar yang bisa meningkat hingga US$600 miliar. Salah satu pendorong keberhasilan digital economic framework ini adalah transaksi pembayaran lintas negara yang telah diimplementasikan oleh QRIS. Sistem pembayaran ini juga berperan penting dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

QRIS sendiri telah diluncurkan sejak tahun 2019 dan dalam enam tahun terakhir, sistem pembayaran ini mengalami perkembangan yang pesat. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti mencatat bahwa jumlah pengguna QRIS mencapai 58,3 juta dengan 101,2 juta merchant, dimana sebagian besar merupakan UMKM. Pertumbuhan transaksi QRIS juga mencapai 143,6% menjelang akhir tahun 2025.

Dengan kemudahan yang ditawarkan oleh sistem pembayaran QRIS, Indonesia berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui digitalisasi yang lebih luas. Dukungan penuh dari pemerintah, bank sentral, serta pelaku usaha diharapkan dapat membawa Indonesia menuju masa depan ekonomi digital yang lebih cerah.

Source link