Pada hari Jumat, data penjualan awal mengungkapkan bahwa raksasa Cina BYD telah menjadi raja baru dalam penjualan kendaraan listrik, mengungguli Tesla pada tahun 2025. BYD berhasil menjual lebih banyak mobil listrik daripada Tesla, dengan lebih dari 2,26 juta unit yang terjual dibandingkan dengan penjualan Tesla sebesar 1,64 juta unit. Sebelumnya, BYD telah memimpin dalam penjualan mobil global dengan menyertakan hibrida plug-in dalam produksinya, yang melampaui Tesla. Namun, hasil penjualan tahun 2025 menunjukkan BYD telah mengalahkan Tesla dalam penjualan mobil listrik murni untuk pertama kalinya.
Meskipun BYD tidak menjual mobilnya di Amerika Serikat dan belum dikenal di sana, perusahaan ini telah mengalami pertumbuhan yang pesat dan memperluas jangkauan internasionalnya. Berbeda dengan Tesla yang fokus pada pasar otonom dengan Robotaxis, BYD telah menyusun strategi yang lebih luas dengan menghadirkan mobil listriknya di berbagai pasar global seperti Eropa, Amerika Latin, Jepang, dan Timur Tengah. Selain itu, BYD telah membangun pabrik di Eropa serta mengembangkan teknologi pengisian daya cepat EV lima menit.
Tentu saja, penurunan penjualan Tesla di beberapa pasar diakibatkan oleh citra Musk yang kontroversial dan upayanya dalam politik yang menyebabkan protes dan boikot terhadap merek Tesla. Dalam jangka panjang, perbandingan antara Tesla dan BYD mungkin tidak relevan lagi, karena Tesla beralih ke AI, robotika, dan otonomi, sementara BYD berupaya menjadi pemimpin global dalam produksi mobil listrik dengan teknologi otonominya.
Dengan demikian, perlombaan mobil listrik global telah menjadi lebih dari sekadar pertarungan antara dua produsen mobil, dan hasil penjualan BYD yang mengungguli Tesla pada tahun 2025 membuktikan keluasan dan keberagaman dalam pasar mobil listrik global.












